Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Buku Brian Khrisna yang Menceritakan Sisi Kelam Kehidupan

Ilmidza Amalia Nadzira • Sabtu, 1 Maret 2025 | 01:30 WIB

Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

JP Radar Kediri - Merasa peliknya kehidupan memang melelahkan. Seperti tergambar dalam buku ini, yang menceritakan keputusasaan pada hidup karena tak ada tujuan. Brian Khrisna menulis tokoh Ale, sebagai gambaran masyarakat yang menyerah untuk berjuang dan memilih mati.

Judul yang ditampilkan sangat menarik perhatian pecinta buku tanah air. Sebenarnya, apa yang dilakukan seorang yang ingin mati tapi malah membeli mie ayam?

Buku ini dirilis dengan cover biru navy, dan menampilkan mie ayam serta tokoh utama  yang duduk di pinggir mangkok. Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati rilis pada hari Jumat (14/2).

Isu yang paling disorot pada buku ini adalah drop kesehatan mental. 

Baca Juga: 15 Rekomendasi Buku Self-improvement Yang Cocok Kamu Baca!

Brian menceritakan bahwa kesehatan mental yang buruk banyak mengantarkan  seseorang untuk mengakhiri hidupnya. Dikemas dengan tata bahasa yang ringan, Brian mengajak pembaca mengerti konflik batin tokoh Ale. 

Book tour pun dilakukan untuk mengenalkan buku ini kepada audience yang lebih luas. Kampus seperti Universitas Negeri Surabaya pun didatangi (24/2). Tidak hanya untuk promosi bukunya, Brian juga memberi pesan penting.

Pesan itu adalah untuk memperhatikan orang tersayang kalau-kalau memiliki kesehatan mental kurang baik. Brian memberikan semangat kepada para mahasiswa untuk berjuang melanjutkan hidup. 

Buku Seporsi Mie Ayam terbit dilatarbelakangi oleh peristiwa yang dialami oleh Brian sendiri. Ia menyaksikan bagaimana temannya menderita karena kesehatan mentalnya. 

Baca Juga: Komikus Pemula Wajib Baca Buku Ini!!

Buku ini lahir dengan harapan masyarakat sadar bahwa permasalahan mental tidak boleh disepelekan.

Sinopsi Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Ale, seorang pria berbadan bongsor yang ditolak oleh masyarakat sosial. Tiga puluh tujuh tahun usianya, dia hidup tanpa berteman dan tanpa makna. Ale didiagnosa oleh psikiater mengidap depresi. 

Di tempat kerjanya, dia tak memiliki rekan dekat, bahkan cenderung dijauhi. Ia punya masalah dengan bau badan karena tubuhnya yang besar lebih sering menghasilkan keringat. Bukannya ia tidak peduli, ia peduli. 

Ale telah berusaha mengatasi masalah-masalah yang timbul dari dirinya agar ia diterima di lingkar pertemanan. Namun usahanya tidak pernah berhasil. Bahkan keluarganya pun tidak mendukungnya saat Ale membutuhkan sandaran dan dukungan.

Ale memutuskan untuk mati. 

Ia mempersiapkan kematiannya dengan baik. Agar ketika mati pun, Ale tidak banyak merepotkan orang. Ia meng-set waktu 24 jam sebelum mati. Ia sudah berencana menelan obat yang dia punya sekaligus satu telanan.

Namun saat mendekati detik terakhir, Ale melihat label pada botol obatnya, anjuran untuk makan dulu sebelum minum obat. Seketika Ale berpikir untuk makan dulu sebelum mengakhiri hidupnya. 

Setidaknya, itu akan menjadi satu-satunya keputusan yang bisa dia ambil atas kehendaknya sendiri.

Namun, rupanya mie ayam yang hendak Ale beli, tidak jualan. Tutup. Rencana Ale untuk mati harus tertunda. Namun ia tetap bertekad untuk mati, setelah makan seporsi mie ayam.

Penulis: Laila Karima

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#brian khrisna #buku #seporsi mie ayam sebelum mati