JP Radar Kediri – Sejak tayang di Netflix pada 6 Februari lalu, Sumala berhasil menduduki peringkat pertama film yang difavoritkan penonton.
Hingga hari ini, film garapan Rizal Mantovani yang sudah ditonton 1 juta penonton di bioskop pada 2024 itu masih trending di Nerflix.
Sumala yang diambil dari kisah urban legend di Jawa Tengah itu memang menghadirkan horor yang tak biasa.
Bagi pecinta genre horor gore, film yang dibintangi Luna Maya dan Darius Sinathrya ini, Sumala adalah rekomendasi yang tepat untuk dinikmati.
Sepanjang film ini, banyak adegan sadis dan berdarah yang disajikan. Terutama saat Sumala mengejar pelaku yang sudah menyakiti saudara kembarnya, Kumala.
Baca Juga: Chef Legendaris Jadi Juri Baru MasterChef Indonesia season 12, Chef Rudy Choiruddin
Sinopsis
Film berdurasi sekitar 1,5 jam ini diawali dari pasangan suami istri Soedjiman (Darius Sinathrya) dan Sulastri (Luna Maya) yang mendambakan seorang anak dalam pernikahan mereka.
Meski sudah menikah belasan tahu, Lastri tak kunjung dikarunia momongan.
Soedjiman, seorang suami yang sangat patriarkis, mendesak istrinya untuk segera hamil.
Apalagi, keturunan itu berdampak baik bagi Soedjiman dalam meneruskan warisan orangtuanya yang coba direbut oleh pamannya sendiri. Jika tidak punya anak dari Lastri, Soedjiman mengancan akan menikah lagi.
Untuk memenuhi keinginan suaminya, Lastri akhirnya mengambil jalan pintas.
Dia pergi ke seorang dukun yang memintanya untuk bersekutu dengan iblis.
Baca Juga: Imbas Anggaran Dibekukan, Joko Anwar Rencanakan Buat Film Horor di IKN
Dari perjanjian tersebut, Lastri akhirnya memiliki dua orang anak kembar. Dua anak diberi nama Kumala dan Sumala.
Satu anak di antara mereka dibunuh oleh Soedjiman karena dianggap memiliki wajah yang buruk rupa.
Dari sinilah, keteganan film dimulai. Kumala yang memiliki keterbatasan fisik sering mendapatkan perundungan dari teman-teman sebayanya.
Bapak dan ibunya juga sering menghukumnya karena dianggap punya sikap yang tidak lazim.
Sumala kemudian membalaskan dendam saudara kembarnya. Dia meneror semua orang yang sudah menyakiti Sumala. Apakah mereka, termasuk Soedjiman dan Lastri, bisa selama dari teror Sumala?
Baca Juga: Siapkan Tisu! Ini Rekomendasi 10 Anime yang Bisa Bikin Sedih dan Nangis
Kekurangan Film Sumala
Mengambil latar tempat di Semarang, Jawa Tengah, dialog film Sumala didominasi oleh bahasa Jawa. Sayang, dialog Semarangan kurang kental di film ini.
Pemeran yang mayoritas berasal dari ibu kota belum sepenuhnya fasil melafalkan bahasa Jawa medok. Logat-logat Jakarta masih terasa di beberapa adegannya.
Kekurangan ini menyebabkan dialog tokoh terkesan agak kaku, sehingga menghilangkan kekhasan Semarangan. Di luar itu, Sumala merupakan film yang layak untuk ditonton.
Rizal Mantovani berhasil membangun ketegangan dan kengerian yang membuat film ini pantas menduduki trending 1 di Netflix.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah