Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Osamu Tezuka, Sosok Bapak Manga yang Legendaris

Radyan Fahmi Asshidqi • Minggu, 9 Februari 2025 | 02:14 WIB
Osamu Tezuka, Bapak Manga dunia
Osamu Tezuka, Bapak Manga dunia

JP Radar Kediri- Saat ini manga dan anime sudah jadi industri pop kultur yang cukup besar dengan jutaan penggemar di seluruh dunia, tapi tak banyak yang tahu siapa sosok di balik kebangkitan budaya Jepang ini.

Sebelum One Piece, Naruto, Attack on Titan, atau serial baru yang terkenal seperti Dandadan, ada seorang pria yang dijuluki sebagai "Bapak Manga". Ia adalah Osamu Tezuka, kreator jenius yang sudah melahirkan beberapa karya populer.

Tezuka dulu hanyalah seorang anak yang suka menggambar. Ia menjadi salah satu pelopor dalam industri ini, misalnya anime pertama yang ditayangkan di TV, Gaya mata besar yang terinspirasi dari Disney saat ini jadi ciri khas anime dan manga, serta paneling manga yang sederhana, fondasinya itu membuat manga semakin digemari banyak orang di seluruh dunia.

Mengenal Osamu Tezuka

Osamu Tezuka lahir pada 3 November 1928 di Toyonaka, Prefektur Osaka, Jepang. Kecintaannya pada dunia dua dimensi muncul sejak kelas 3 SD. ia belajar menggambar dari gurunya, Inui Hideo. Saat masih kecil, ia gemar membaca komik hingga meminta orang tuanya berlangganan koran hanya untuk membaca serial komik karya Tagawa Hosui. 

Tezuka kecil sering sakit-sakitan, hal itu membuatnya sempat bercita-cita menjadi seorang dokter. Namun, di tengah studi kedokterannya, ia mulai bimbang untuk memilih menjadi full-time komikus atau menjadi dokter. Hingga Perang Dunia Kedua, ia tersadar jika dirinya mampu membuat perubahan lewat komik.

Selain itu, Osamu Tezuka juga merupakan keturunan langsung dari seorang ninja, Hattori Hanzo, seorang ninja legendaris yang mengabdi pada Tokugawa Ieyasu, silsilah keturunannya masih terus terjaga hingga saat ini.

Pencapaian Sang Bapak Manga

Tezuka memulai debutnya sebagai seniman manga dengan menerbitkan Diary of Ma-chan. Komik strip ini diterbitkan di koran anak-anak Sekolah Mainichi. Setahun berselang, ia menerbitkan komik serial dengan judul New Treasure Island yang sukses menjual 400.000 eksemplar.

Pada tahun 1947, Tezuka menerbitkan Shintakarajima ("Pulau Harta Karun Baru"), sebuah manga petualangan yang menarik perhatian. Dengan gaya bercerita dan paneling yang lebih menarik, Tezuka membawa sesuatu yang inovatif dalam dunia perkomikan.

Karyanya yang paling terkenal adalah Astro Boy (Tetsuwan Atom), yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1952. Kisah tentang robot kecil berhati manusia ini menjadi ikon yang mendunia serta mengantarkan manga serta anime Jepang ke panggung internasional. Bahkan, Astro Boy menjadi anime TV pertama Jepang pada tahun 1963, membuka jalan bagi industri anime modern yang kita kenal sekarang.

Sebelumnya, Tezuka sempat menjadi karyawan di Toei Animation, di mana dia menulis draf skenario dan menyutradarai anime pertamanya Alakazan The Great. Hingga komik karyanya, Astro Boy dianimasikan dan disiarkan dalam peresmian Fuji Network System (FNS) pada 1952.

Pada 1963, Osamu Tezuka mengambil alih produksi dan menjadi sutradara anime Astro Boy yang sangat populer di kalangan anak-anak. Serial ini tayang hingga 193 episode yang tamat pada 31 Desember 1966.

Tak hanya itu, Tezuka juga menciptakan berbagai karya legendaris lainnya seperti Black Jack, Kimba the White Lion, Buddha, dan masih banyak lagi. Dengan lebih dari 700 judul manga dan lebih dari 150.000 halaman ilustrasi yang ia hasilkan sepanjang hidupnya, tidak heran jika ia dijuluki sebagai "Bapak Manga."

Sebagai bentuk penghormatan atas warisannya, Jepang mendirikan penghargaan "Tezuka Awards." Penghargaan ini diberikan setiap tahun kepada mangaka yang memberikan kontribusi besar bagi industri manga, ini membuktikan betapa besar dampak Osamu Tezuka.

Warisan dan Inspirasi

Osamu Tezuka meninggal dunia pada 9 Februari 1989, tetapi karyanya tetap hidup sampai saat ini. Gaya storytelling yang ia perkenalkan kini menjadi standar dalam industri manga. Ia membuktikan bahwa manga bukan sekadar hiburan, tetapi juga jadi alat yang mampu menyampaikan harapan dan idealisme.

Bagi para kreator muda, perjalanan Tezuka adalah bukti bahwa inovasi dan kerja keras bisa mengubah dunia. Ia bukan hanya mengikuti tren, tetapi menciptakannya. Seperti yang sering ia katakan, "Manga adalah bahasa universal yang dapat menghubungkan dunia."

Maka, bagi siapa pun yang bercita-cita menjadi mangaka atau kreator, mengingat kisah Osamu Tezuka akan jadi hal yang baik. Jika seorang anak kecil yang menggambar di sudut kamar bisa mengubah sejarah industri hiburan, maka siapa pun bisa melakukan hal luar biasa dengan tekad dan kreativitas yang tak terbatas.

Editor : Jauhar Yohanis
#titan #one piece #naruto #osamu tezuka