Alhasil, banyak orang yang lebih memilih situs ilegal demi menonton anime kesukaan mereka.
Namun, saat ini ada begitu banyak platform streaming legal yang menyediakan anime dengan berbagai pilihan subtitle, bahkan gratis!
Tidak ada alasan untuk selalu ke situs nonton bajakan seperti anoboy. Lalu, di mana saja tempat menonton anime tanpa harus merasa dikejar rasa bersalah? Simak daftarnya berikut!
1. Crunchyroll
Sebagai salah satu layanan terbesar di dunia, Crunchyroll menyediakan katalog anime yang kaya, mulai dari anime lawas hingga terbaru. Namun, layanan gratisnya selalu memunculkan iklan di saat yang tidak terduga, kayak pas lagi seru-serunya.
Biaya berlangganan:
- Fan: $7.99/bulan (sekitar Rp 115.000)
- Mega Fan: $9.99/bulan (sekitar Rp 145.000)
- Ultimate Fan: $14.99/bulan (sekitar Rp 215.000)
2. Bstation (Bilibili)
Bstation bisa jadi adalah surga bagi penggemar anime gratis. Banyak anime terbaru tersedia tanpa perlu berlangganan, meskipun beberapa judul premium memerlukan akses VIP. Ditambah, komunitasnya cukup aktif dengan kolom komentar yang sering lebih seru dari animenya sendiri.
Biaya berlangganan:
- 7 hari premium: Rp10.000
- 14 hari premium: Rp14.000
- 31 hari premium: Rp25.000
- 93 hari premium: Rp75.000
- 366 hari premium: Rp219.000
3. iQIYI
Meskipun awalnya dikenal sebagai layanan streaming drama Asia, iQIYI juga memiliki koleksi anime yang tidak sedikit. Keunggulannya? Subtitle dalam berbagai bahasa dan kualitas gambar yang tajam. Kekurangannya? Tidak semua anime yang kamu inginkan ada di sini.
Biaya berlangganan:
- VIP: Rp39.000/bulan atau Rp390.000/tahun
4. Muse Asia/Indonesia (YouTube)
Siapa bilang YouTube hanya tempat reupload bajakan? Muse Indonesia adalah saluran resmi yang menayangkan anime secara legal dan gratis. Tapi jangan harap semua anime tersedia, karena lisensinya terbatas.
Biaya berlangganan:
- Gratis
- Youtube Premium Rp. 69.000/bulan (Hanya untuk menghilangkan iklan dan akses fitur eksklusif youtube)
5. Netflix
Kalau ingin anime dengan kualitas produksi tinggi, Netflix adalah pilihan tepat. Mereka bahkan punya anime orisinal yang eksklusif. Namun, koleksi anime-nya mungkin terasa terbatas dibanding platform lain, dan ya... berlangganan itu wajib.
Biaya berlangganan:
- Paket Mobile: Rp 54.000/bulan
- Paket Basic: Rp 65.000/bulan
- Paket Standar: Rp 120.000/bulan
- Paket Premium: Rp 186.000/bulan
6. Viu
Sering dianggap sebagai rumah bagi drama Korea, Viu juga menyajikan beberapa anime yang cukup menarik. Tapi, jujur saja, ini bukan destinasi utama untuk para weeb hardcore.
Biaya berlangganan:
- Paket premium: Rp. 33.000/bulan
7. WeTV
Sama seperti iQIYI, WeTV awalnya terkenal karena drama, tapi mereka juga menawarkan anime yang cukup oke. Cocok buat yang mencari opsi alternatif dari platform lain.
Biaya berlangganan:
- Satu Bulan: Rp 39.000/bulan
- Tiga bulan: Rp 109.000/bulan
8. Vidio
Sebagai platform lokal, Vidio mulai melirik anime dengan beberapa judul yang cukup menarik. Tapi, masih perlu berkembang lebih jauh agar bisa menyaingi platform lain.
Biaya berlangganan:
- Platinum: Rp 39.000/bulan (untuk semua tayangan anime termasuk olahraga kecuali EPL)
9. Disney+ Hotstar
Jangan kaget, Disney+ mulai serius dengan anime, terutama lewat kerja sama dengan studio besar seperti MAPPA. Namun, karena fokus utamanya bukan anime, koleksinya masih terbatas.
Biaya berlangganan:
- Paket Premium Monthly Plan: Rp 119.000/bulan
- Paket Premium Annual Plan: Rp 799.000/tahun
10. Ani-One (Youtube)
Sama seperti Muse, Ani-One juga merupakan pemilik lisensi anime yang menayangkan animenya di Youtube. Tetapi tidak semua anime ada di listnya.
Biaya berlangganan:
- Gratis
- Youtube Premium Rp. 69.000/bulan (Hanya untuk menghilangkan iklan dan akses fitur eksklusif youtube)
Dengan begitu banyak pilihan legal, tidak ada alasan lagi untuk mendukung bajakan.
Mau yang gratis ada, yang premium pun banyak. Tapi tentu saja, setiap platform punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilih sesuai dengan kebutuhan dan budget.
Pada akhirnya, menonton anime secara legal bukan cuma soal mendukung industri, tapi juga soal kenyamanan.
Tidak perlu takut tiba-tiba situs hilang, kualitas video jelek, atau subtitle yang bikin puyeng. Lagipula, menjadi wibu yang bermoral jauh lebih keren daripada jadi wibu yang sembunyi-sembunyi, bukan?
Jadi, dari semua platform di atas, yang mana favoritmu?
Editor : Anwar Bahar Basalamah