Terlebih, arus konten di media sosial sering kali menimbulkan tekanan tersendiri seperti saat melihat pencapaian atau gaya hidup orang lain. Sebagian anak muda justru terjebak dalam kebiasaan membandingkan diri dan merasa tidak cukup baik.
Padahal, membangun kepercayaan diri tidak harus dimulai dari hal besar. Cukup dengan empat langkah jitu berikut dapat membantu Gen Z dalam pengembangan kepercayaan diri.
1.Bersihkan Timeline, Tenangkan Pikiran
Banyak dari para Gen Z tanpa sadar menjadikan unggahan orang lain di media sosial sebagai tolok ukur keberhasilan. Dengan melihat pencapaian atau gaya hidup mereka sering kali menimbulkan rasa tidak percaya diri.
Sebagai langkah awal, cobalah berhenti mengikuti akun-akun yang membuat anda merasa tertekan atau cukup gunakan fitur “mute” atau “sembunyikan”, dan isi beranda dengan konten dari kreator pengembangan diri atau edukatif yang mendorong pertumbuhan positif untuk kepercayaan diri.
2.Ubah “Aku Nggak Bisa” Menjadi “Aku Bisa Belajar”
Setelah membersihkan pengaruh negatif di ruang digital, langkah selanjutnya adalah menata ruang di dalam diri anda. Banyak Genz Z tanpa sadar terjebak dalam Inner Talk negatif. Kalimat seperti “aku nggak sepintar dia” atau “kayaknya aku nggak cukup jago buat hal ini” sering berputar di kepala dan perlahan menurunkan rasa percaya diri.
Mulailah dengan mengganti kata-kata merendahkan diri menjadi afirmasi positif seperti “aku sedang berkembang” atau “aku belajar menuju versi terbaikku.” Dengan pola pikir positif anda bisa belajar mengenali potensi diri dengan lebih jujur dan penuh empati.
3.Mulai Berani Bicara dan Tunjukkan Potensi
Langkah berikutnya adalah mulai melatih kepercayaan diri lewat pengembangan nyata. Banyak Gen Z yang sebenarnya memiliki potensi bakat yang luar biasa, namun kerap terpendam karena rasa malu atau takut dinilai orang lain. Padahal, rasa percaya diri bisa dibangun perlahan dari lingkungan kecil di sekitar.
Cobalah mulai berbicara lebih sering dengan teman sekelas, rekan organisasi, atau anggota komunitas kampus untuk melatih keberanian mengemukakan pendapat. Setelah itu, beranikan diri menampilkan bakat anda di lingkungan kecil tersebut, entah lewat bernyanyi, presentasi, atau berbagi karya. n
Baca Juga: 7 Tips Jitu Agar Kucing Tidak Pilih-pilih Makanan, Dijamin Lahap
4.Rayakan Keberhasilan Kecil dengan Apresiasi Diri
Kepercayaan diri tumbuh dari akumulasi pencapaian kecil yang Anda akui sendiri. cukup dengan memberi waktu istirahat setelah presentasi yang sukses, menikmati makanan atau minuman favorit usai berani tampil di depan umum, atau sekadar ucapan terima kasih untuk diri sendiri.
Self-reward semacam ini membantu otak mengenali kemajuan sebagai hal positif, sehingga motivasi untuk terus berkembang pun tumbuh secara alami. Dengan begitu, proses membangun kepercayaan diri menjadi lebih ringan dan menyenangkan, tanpa tekanan untuk selalu sempurna.
Baca Juga: Empat Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Gen Z dan Cara Menghindarinya
Di tengah kebiasaan menghabiskan waktu di dunia maya, penting bagi Gen Z untuk kembali menjejak pada realitas. Media sosial memang memberi ruang ekspresi, tetapi kehidupan nyata tetap menjadi tempat terbaik untuk tumbuh dan mengenal diri. Dengan empat langkah jitu di atas, Gen Z dapat perlahan membangun kembali rasa percaya diri bukan hanya dari layar ponsel saja, tapi juga pengalaman dan interaksi nyata yang membentuk jati diri sesungguhnya.
Penulis: Azza Rizky, Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian