JP Radar Kediri- Sulit memisahkan anak muda sekarang dengan fenomena Work From Cafe (WFC). Latte art dipadukan dengan laptop di atas meja, sampai pemandangan interior estetik yang tertata rapi bisa membuat kerja terasa lebih nyaman dan produktif. Tapi itu cuma kelihatannya atau beneran produktif? Atau cuma ilusi estetik buat pamer di media sosial?
"Kadang aku ngerasa lebih semangat kerja kalau di kafe soalnya getarannya beda sama di rumah dan di kost. Tapi ya ujung-ujungnya malah sering kedistrak sama hal lain. Entah lihatin orang atau sibuk milih lagu di playlist," begitu ungkap Lukis yang sering WFC di Kediri.
Baca Juga: Mengapa Gen Z Dikatakan Sulit Beradaptasi di Dunia Kerja? Simak Alasannya
Jika dilihat dari kacamata sosiologis, terdapat perubahan sosial dalam fenomena ini. Yakni adanya perubahan fungsi dari ruang kerja alternatif ke ruang eksistensi diri. Kafe mulai bergeser menjadi simbol gaya hidup anak muda. Dengan postingan story berisi #WFC, yang memberikan kesan seolah-olah terkesan sibuk dan produktif.
Padahl tidak semua orang cocok WFC. Terkadang suara bising yang membuat terditraksi, akses WiFi tidak stabil dan menu harga yang menghambat justru memperlambat langkah kerja. Alih-alih menjadi produktif, kerja jadi molor, fokus terpecah, dan kantong menipis.
"Mengerjakan tugas di kafe enak-enak aja, tapi ya itu bikin dompet tipis. Apalagi kalo udah bareng teman, pastinya bukan ngerjain malah ngobrol atau main game," ujar Azka 21, mahasiswa semester 5 asal Madura yang sedang menjalani magang di Kediri.
Baca Juga: Mahasiswa Baru Wajib Tahu! Ini Cara Produktif di Awal Kuliah
Tidak semua orang bisa melakukan seperti yang dialami Aska. Misalnya, Widia, 20, mahasiswa asal Kediri mengaku tidak bisa mengerjakan di tempat ramai.
"Harus tenang dan hening baru bisa fokus. Pernah nyoba kerja kelompok di kafe tapi bener-bener malah nggak fokus," lanjut mahasiswa semester 5 itu.
Biar WFC kamu tidak terkesan gaya-gayaan, ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti, sebagai berikut:
- Bikin to-do list yang jelas biar kamu tetep bisa fokus ke kerjaan, bukan ke suasana kafenya.
- Batasi waktu WFC, anggap saja itu sebagai sesi kerja singkat. Mungkin dari 2-4 jam saja.
- Pilih kafe yang mendukung atau kondusif. Misal suasana tenang dan nggak bising, biasanya yang menyediakan indoor. Tersedia WiFi lancar, banyak colokan, dan kursi yang nyaman.
- Minimalkan gangguan dari ponsel, bisa dengan mengaktifkan mode senyap. Untuk kamu yang mudah mengalihkan perhatian sama suasana yang ramai, kamu bisa ganti dengan mendengarkan musik.
Baca Juga: FOMO Mulai Kalah Sama JOMO, Fenomena Anak Muda yang Kini Senang “Nggak Tahu”
Jadi, tidak ada yang salah dari WFC. Kamu tetap bisa produktif, namun harus dengan syarat yang jelas. Seperti bukan karena getaran estetika semata, bukan demi konten atau asupan media sosial. Kalo tidak, ya jangan heran jika hasil kerjamu lebih tipis dari struk belanja latte art.
Artikel ini ditulis oleh Karunia Syifa Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabya
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian