Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengapa Gen Z Dikatakan Sulit Beradaptasi di Dunia Kerja? Simak Alasannya

Redaksi Radar Kediri • Kamis, 20 Februari 2025 | 22:00 WIB

 

Ilustrasi gen z sedang yang sulit bertahan di dunia kerja.
Ilustrasi gen z sedang yang sulit bertahan di dunia kerja.
JP Radar Kediri - Gen Z atau generasi Z adalah orang-orang yang lahir dalam rentang tahun 1997-2012. Mereka adalah generasi pertama yang mengenal dunia teknologi dan tumbuh bersama teknologi itu sendiri. Sehingga ketika dihadapkan pada dunia kerja, Gen Z sejatinya sangat cocok dengan pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, santer di media sosial isu mengenai Gen Z yang sulit beradaptasi di dunia kerja. Meskipun tak bisa disamaratakan, namun stereotipe tersebut tentu tak datang begitu saja.

Dalam sebuah survey menunjukkan, 60 persen Gen Z dipecat dari perusahaan mereka hanya dalam beberapa bulan saja setelah mereka masuk. Hal ini tentunya memprihatinkan karena pemecatan ini dapat meningkatkan angka pengangguran. Lantas apa penyebabnya?

 

Berikut beberapa hal yang menjadi alasan Gen Z sulit beradaptasi di dunia kerja:

1. Ekpektasi yang Tidak Sesuai Realita

Gen Z adalah generasi yang tumbuh dengan segala informasi yang telah tersedia. Mereka terbiasa untuk mendapatkan sesuatu secara instan sehingga meningkatkan ekpektasi mereka pada suatu hal. Dalam dunia kerja tidak semua hal bisa didapatkan secara instan, melainkan membutuhkan proses. Ditambah lagi beberapa perusahaan masih menerapkan sistem hirarki yang kaku membuat Gen Z sulit beradaptasi.

 

 2. Perbedaan Nilai dan Prioritas

Gen Z memiliki nilai dan prioritas berbeda dengan generasi sebelumnya. Gen Z lebih mementingkan keseimbangan antara dunia kerja dan kehidupan pribadi mereka (work life balance). Hal ini bisa menyebabkan mereka tidak terlalu mementingkan kepentingan perusahaan dan lebih mementingkan keseimbangan diantaranya. Padahal, di dunia kerja adaptasi perilaku dalam dunia kerja menjadi hal yang penting.

 

 3. Ketergantungan pada Teknologi

 

Meskipun Gen Z sangat mahir dalam menggunakan teknologi, hal ini bisa menjadi boomerang bagi mereka dalam dunia kerja. Kemahiran mereka dalam menggunakan teknologi bisa membuat mereka ketergantungan. Mesikpun zaman sekarang adalah era digital, masih banyak perusahaan yang masih menggunakan teknologi atau media konvensional yang menyulitkan bagi Gen Z.

 4. Kurangnya keterampilan Praktis dan Soft Skill

Gen Z mungkin terbiasa mendapatkan informasi melalui internet dengan mudah. Hal ini dapat meningkatkan pengetahuan mereka secara teoritis. Namun, Pengetahuan ini jarang mereka praktekan dalam kehidupan sehari-hari sehingga sulit.

Ketika menghadapi tantangan seperti bekerja dalam tim, menyelesaikan masalah, dan bekerja dalam tekanan menjadi sulit bagi mereka. Soft skill seperti displin, manajemen waktu, komunikasi yang lancar tidak diajari di sekolah maupun kampus. Hal ini dapat membuat mereka kewalahan dalam dunia kerja.

5. Kesadaran akan Kesehatan Mental

Gen Z adalah generasi yang sangat aktif menyuarakan tentang kesehatan mental. Mereka terbuka untuk membahas masalah mental seperti stress dan kecemasa dibandingkan dengan generasi lainnya. Hal ini membuat banyak Gen Z yang sadar akan mental mereka dan menghargai kesehatan mental mereka.

Jika mereka dihadapkan dengan perusahaan yang tidak terlalu mementingkan kesehatan mental, kualitas mereka dalam bekerja mungkin menurun. Hal ini menjadikan mereka dan perusahaan memiliki perbedaan dan memutuskan untuk keluar dari pekerjaan mereka.

 

Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang dari Politeknik Negeri Madiun (PNM)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Gen Z #teknologi #kerja