JP Radar Kediri - China kembali menjadi sorotan dunia kesehatan dengan meningkatnya kasus infeksi Human Metapneumovirus atau HMPV secara signifikan.
Meski bukanlah virus baru, namun HMPV tetap perlu diwaspadai karena tingkat penularannya yang tinggi.
Tentu hal ini menjadi perhatian masyarakat global. Pasalnya ini mengingatkan pada virus COVID-19 pada 2020 silam yang juga menyerang pernapasan.
HMPV merupakan salah satu virus pada pernapasan yang memiliki dampak serius terutama pada kelompok rentan terutama anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem imun lemah dan cenderung aktif selama musim dingin hingga awal musim semi.
Virus menimbulkan gejala ringan hingga berat, mulai dari flu, demam tinggi, batuk kering, sakit tenggorokan, dan kesulitan bernapas.
Baca Juga: Apa Itu Presidential Threshold, Dampak Positif dan Negatifnya Setelah Dihapus MK
Meski gejalanya mirip flu, HMPV dapat memicu komplikasi yang lebih berat, seperti pneumonia atau kambuh nya asma.
Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 2001 oleh sekelompok peneliti di Belanda.
Namun, hingga saat ini, belum ditemukan pengobatan khusus untuk HMPV.
Penanganan yang diberikan pun umumnya bertujuan untuk mengurangi gejala, seperti menggunakan obat penurun demam atau pereda batuk.
Gejala HMPV
Masa inkubasi infeksi HMPV pada umumnya berlangsung selama 3-6 hari dengan tingkat keparahan gejala yang bervariasi.
Berikut beberapa gejala HMPV:
- Batuk
- Hidung tersumbat atau berair
- Demam
- Sakit tenggorokan
- Sesak napas.
Bagi sebagian orang, infeksi HMPV dapat sembuh dengan sendirinya. Gejala yang dialami kebanyakan berangsur menghilang dalam kurun waktu sekitar seminggu.
Infeksi virus HMPV dapat dicegah, berikut beberapa upayanya:
- Terapkan kebiasaan menjaga kebersihan, seperti sering mencuci tangan dan mengenakan masker.
- Hindari menyentuh wajah, terutama hidung, mulut, dan mata.
- Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk atau bersin.
- Buka jendela secara teratur setiap hari agar udara dalam ruangan dapat bertukar.
- Terapkan pola hidup sehat, yaitu dengan beristirahat 7–8 jam sehari, mengonsumsi makanan bergizi, dan berolahraga setidaknya 150 menit per minggu.
- Jaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar secara berkala.
- Cobalah untuk menghindari area dengan banyak orang atau ruang tertutup.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah