JP Radar Kediri - Kecelakaan pesawat Jeju Air yang terjadi pada Minggu, (29/12) di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, menjadi salah satu tragedi paling mematikan dalam sejarah penerbangan negara tersebut.
Pesawat dengan nomor penerbangan 7C2216 ini membawa 175 penumpang dan 6 awak, saat terbang dari Bangkok, Thailand.
Seluruh penumpang pesawat Jeju Air hampir dipastikan meninggal dunia, dengan hanya dua orang yang berhasil selamat, yakni pramugari dan pramugara.
Pukul 08:57, pengawas lalu lintas udara memberikan peringatan kepada pilot tentang adanya risiko tabrakan dengan burung yang terdeteksi di jalur pengintaian. Itu menjadi sinyal awal yang menunjukkan potensi bahaya yang akan terjadi.
Pukul 08:58 dalam keadaan darurat, pilot mengumumkan mayday, menandakan bahwa pesawat mengalami masalah serius dan perlunya bantuan segera. Tak lama berselang, pesawat mulai menurun untuk mencoba melakukan pendaratan darurat.
Pada pukul 09:00, pesawat mendekati landasan pacu untuk mendarat. Namun, pada saat itu juga, pilot mengalami kesulitan dan pesawat gagal mendarat dengan baik.
Rekaman video yang beredar menunjukkan pesawat meluncur di sepanjang landasan pacu tanpa ada roda yang berfungsi, mengeluarkan asap dan api dari mesin.
Hingga pukul 09:07, pesawat keluar dari landasan pacu dan menabrak dinding pembatas di ujung landasan, menyebabkan kebakaran hebat.
Saksi mata melaporkan mendengar ledakan keras dan melihat kepulan asap tebal membumbung ke langit setelah tabrakan.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa kecelakaan ini kemungkinan disebabkan oleh serangan burung, yang mengakibatkan kerusakan pada roda yang mendekat di depan.
Saksi mata melaporkan melihat kawanan burung yang terbang ke arah pesawat saat mendekati landasan pacu.
Setelah bertabrakan dengan burung, rodanya tidak berfungsi dengan baik, sehingga pesawat tidak dapat mendarat dengan aman.
Kondisi cuaca juga dilaporkan buruk pada saat itu, meskipun fokus utama penyelidikan adalah pada kejadian serangan burung tersebut.
Tim penyelidik telah mengamankan data penerbangan untuk menganalisis lebih lanjut penyebab pasti kecelakaan ini.
Kecelakaan ini menimbulkan dampak besar tidak hanya bagi keluarga korban tetapi juga bagi industri penerbangan Korea Selatan secara keseluruhan.
Bandara Internasional Muan ditutup sementara setelah kejadian tersebut untuk memungkinkan operasi penyelamatan dan investigasi dilakukan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah