Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Siapa Yos Suprapto? Seniman Senior yang menjadi Sorotan karena Karyanya Dianggap Vulgar

Redaksi Radar Kediri • Senin, 23 Desember 2024 | 21:32 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Belakangan ini, nama Yos Suprapto menjadi perbincangan publik setelah beberapa karya lukisannya dianggap kontroversial.

Salah satunya adalah pameran tunggal bertajuk ‘Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan’ yang dijadwalkan di Galeri Nasional Indonesia.

Pameran ini awalnya disambut antusias, namun sayangnya harus dibatalkan. Salah satu alasan pembatalannya karena beberapa lukisannya yang dinilai tidak sesuai dengan tema yang telah ditentukan oleh galeri.

Lantas, siapa sebenarnya Yos Suprapto?

Yos Suprapto merupakan seniman senior kelahiran Surabaya pada 26 Oktober 1952.

Ia diketahui aktif di dunia seni rupa sejak 1970-an. Dirinya juga dikenal sebagai pelukis yang sering menyampaikan kritik sosial melalui karya.

Pameran tunggal pertamanya berhasil  diadakan pada tahun 1994 di Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan tema "Bersatu dengan Alam".

Sebelumnya, ia sempat belajar di ASRI Yogyakarta dan aktif sebagai mahasiswa juga gemar berorasi.

Selain seni, ia juga seorang ahli pertanian yang pernah meneliti teknologi tepat guna dan biodinamik serta menulis buku tentang pupuk kandang ramah lingkungan.

Lukisan-lukisan Yos sering kali dipenuhi simbolisme dengan penggunaan warna yang kuat, seperti hitam, merah, biru, dan hijau.

Ia dikenal berani mengangkat isu-isu sosial, politik, dan budaya dalam karya-karyanya, seperti pada pameran Barbarisme: Perjalanan Anak Bangsa (2001) yang mengkritik budaya kekerasan, serta Republik Udang (2005) yang mengangkat tema korupsi di birokrasi.

Tak hanya itu, pada 2017, ia memamerkan karya-karya bertemakan Arus Balik Cakrawala yang mengevaluasi perjalanan budaya bangsa, terutama budaya maritim.

Meskipun kontroversial, Yos Suprapto tetap menjadi salah satu seniman Indonesia yang berani berbicara melalui karyanya, meskipun hal itu kadang membuatnya bersinggungan dengan berbagai pihak.

Dengan pengalamannya membuktikan bahwa seni bukan hanya soal keindahan visual, melainkan juga tentang bagaimana seni dapat menjadi alat refleksi sosial dan kritik terhadap realitas yang ada.

 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Yos Suprapto #viral #lukisan #pelukis #profil #seniman #Sosok