Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lukisan Yos Suprapto Jadi Perbincangan Jelang Pameran, Apa Alasannya?

Redaksi Radar Kediri • Senin, 23 Desember 2024 | 21:29 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Penundaan pameran tunggal seniman Yos Suprapto di Galeri Nasional Indonesia memicu perbincangan hangat di media sosial, terutama di platform X.

Awalnya pameran dijadwalkan pada 19 Desember 2024 hingga 19 Januari 2025 di Galeri Nasional Indonesia (Galnas) Jakarta, namun harus dibatalkan secara mendadak.

Keputusan tersebut memicu selisih paham antara seniman, kurator pameran bernama Suwarno Wisetrotomo, dan pihak Galeri Nasional.

Menjelang pembukaan, sang seniman mulai menata 30 karyanya di ruang pameran setelah agenda sebelumnya selesai.

Namun, dua hari sebelum acara, Suwarno meminta agar beberapa karya disesuaikan dengan tema yaitu “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan”.

Adapun dua lukisan yang dianggap kontroversial sepakat untuk ditutupi kain hitam agar tetap bisa dipajang tanpa menimbulkan perdebatan.

Tak disangka pada pembukaan pameran muncul permintaan tambahan untuk menurunkan beberapa karya lain yang dianggap tidak sesuai dengan tema karena memuat narasi kehidupan petani yang dianggap menyentuh isu sensitif.

Permintaan mendadak ini memunculkan ketegangan, sehingga kurator memutuskan untuk mengundurkan diri.

Kurator menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena beberapa karya dianggap kurang sesuai dengan pendekatan metafora yang menjadi kekuatan seni. 

Perbedaan pandangan mengenai karya yang ditampilkan sudah terjadi sejak awal proses kurasi, sehingga memicu ketidaksepahaman di antara pihak-pihak terkait.

Pihak Galeri Nasional menyampaikan bahwa penundaan pameran disebabkan oleh kendala teknis yang tidak dapat dihindari.

Dalam pernyataan resminya, mereka berkomitmen untuk tetap menjalin komunikasi dengan seniman demi menemukan solusi terbaik.

Penundaan ini disebut sebagai langkah untuk memastikan kualitas pengalaman yang ingin diberikan kepada pengunjung pameran.

Di sisi lain, seniman asal Yoyakarta itu merasa kecewa atas situasi yang terjadi.

Idan menyebut akan mempertimbangkan langkah hukum jika tidak diberikan akses penuh untuk mengambil karyanya kembali.

Dewan Kesenian Jakarta memberikan tawaran untuk memamerkan karya-karya tersebut di tempat lain.

Diskusi ini menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan sebelum karya-karya itu dikembalikan ke kota asalnya di Yogyakarta.

Publik menanggapi penundaan ini dengan beragam opini. Beberapa pihak menilai keputusan tersebut sebagai bentuk pembatasan terhadap ekspresi seni yang berisi kritik sosial.

Di sisi lain, ada juga yang mendukung perlunya penyesuaian tema agar sebuah pameran dapat berjalan dengan harmonis.

Situasi ini menggambarkan tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan kebutuhan akan keselarasan dalam sebuah penyelenggaraan seni.

 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Yos Suprapto #viral #lukisan #pelukis #media sosial #pameran #alasan