JP Radar Kediri - Serangan kritik kembali menghampiri dokter kecantikan terkenal bernama dr. Richard Lee.
Namanya ramai menjadi sorotan usai pernyataannya mengenai kandungan ekstrak tomat putih di salah satu produknya mendapat bantahan dari seorang kreator TikTok yang dikenal sebagai Dokter Detektif (Doktif) yang ternyata over claim.
Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok pribadinya dengan melakukan investigasi menganalisis komposisi produk milik dr. Richard Lee dan membandingkannya dengan produk serupa dari merek lain.
Menurutnya, klaim ekstrak tomat putih itu tidak berdasar karena ia menemukan fakta bahwa kandungan utamanya, melainkan L-Reduce Glutathione.
"Ini adalah bentuk penipuan yang selama ini dia lakukan. Produk yang selama ini dibilang suplemen tomat putih, ternyata faktanya itu hanya kandungan glutathione," ujarnya.
Doktif menambahkan bahwa label tambahan bertuliskan “white tomato” ditempel hanya untuk meningkatkan nilai jual produk tersebut.
Tidak berhenti di situ, kontroversi semakin memanas setelah pemilik klinik Athena hadir dalam podcast Curhat Bang milik Denny Sumargo yang direncanakan sebagai ajang perdebatan dengan Dokter Detektif.
Namun, Doktif tidak hadir dalam pertemuan tersebut, sehingga dr. Richard memberikan klarifikasi terkait klaim ekstrak tomat putih di produknya.
Menurutnya, belum ada laboratorium yang bisa memastikan kandungan glutathione.
Pernyataan ini justru semakin memancing amarah netizen yang merasa penjelasan tersebut tidak memuaskan.
Ketika ditanya Denny Sumargo mengenai keberadaan ekstrak tomat putih dalam produknya, dr. Richard Lee hanya memberikan jawaban yang dianggap “mengambang”.
"Sampai sekarang tidak ada lab yang bisa memeriksa kandungan glutathione," ujar dr. Richard di podcast tersebut.
Akibat pernyataannya, kolom komentar podcast di YouTube dibanjiri kritik pedas netizen yang menilai pria berusia 39 tahun itu tidak bisa membuktikan klaim produknya dan mengecam tindakan yang dianggap menipu bisa menyesatkan konsumen.
Salah satu komentar netizen, menyinggung aspek marketing yang seharusnya jujur.
"Marketing itu teknik menarik konsumen dengan kelebihan produk yang real, bukan melebih-lebihkan. Kalau over claim itu namanya menipu, dan kasihan konsumen yang awam jadi tertipu.”tulis @reflyy4580
Sementara itu, beberapa netizen lain terang-terangan menyebut dr. Richard Lee sebagai penipu.
Mereka merasa kecewa karena telah mengikuti sejak lama sebagai tokoh edukasi di bidang kecantikan.
“Gemes dengar dia bicara. Apa yang dia bantah, justru itu yang dia lakukan. Saya ikuti dia dari dulu, tapi sekarang merasa tertipu,” tulis akun @diahlukita3463.
Harga produk yang diklaim mengandung ekstrak tomat putih itu pun menjadi sorotan.
Dengan banderol mencapai Rp1,5 juta, banyak yang menilai bahwa produk tersebut tidak sepadan.
Di sisi lain, Dokter Detektif dengan tegas mempertahankan temuannya dan menilai industri kecantikan di Indonesia masih kurang transparan.
Ia berharap konsumen lebih cerdas dalam memilih produk dan meminta para produsen skincare untuk lebih jujur dalam menyampaikan klaim mereka.
Hingga kini, perseteruan antara dr. Richard Lee dan Dokter Detektif masih berbuntut panjang.
Publik menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai kontroversi ini. Akankah ada pembuktian ilmiah yang lebih konkret atau justru isu ini semakin melebar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah