JP Radar Kediri – Kasus Gus Miftah yang dinilai mengolok-olok penjual es teh masih menjadi perbincangan hangat warganet.
Meski sudah menyatakan klarifikasi, masih banyak masyarakat yang merasa tersinggung dan geram dengan aksinya tersebut.
Rupanya, Gus Miftah sudah beberapa kali menimbulkan kontroversi ketika sedang melakukan aksi dakwahnya.
Seperti sebelumnya, Gus Miftah kedapatan pernah menoyor kepala sang istri di depan publik.
Meski menyebut bahwa itu hanya candaan, hal tersebut tak lepas dari kecaman warganet.
Imbas dari viralnya Gus Miftah, tarif ceramahnya kini juga menjadi sorotan.
Baca Juga: Reog Ponorogo Resmi Diakui Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Oleh UNESCO, Intip Fakta Menariknya!
Netizen banyak yang membandingkan tarif dirinya dengan penceramah lain, yakni Gus Baha.
Diketahui, tarif ceramah Gus Miftah itu mencapai Rp 75 juta untuk 1,5 jam.
Informasi ini diketahui dari seorang warganet bernama Rumail Abbas yang pernah mempunyai niat mengundang pria bernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman itu.
Akun dengan nama @stokaf itu lantas beralih mengundang Gus Baha, yang merupakan kiai asal Rembang, Jawa Tengah.
Bak bumi dan langit, Gus Baha tidak mematok harga untuk ceramahnya. Bahkan dirinya tidak keberatan jika hanya dibayar Rp 2 juta.
Selain itu, Gus Baha juga tak meminta akomodasi lain seperti penjemputan dan lainnya.
Baca Juga: Heboh Tarif Endorse Jennifer Coppen, Sekali Posting Sampai Ratusan Juta?
“Sudah ada kitab, penjelasannya bersanad, gak mau dijemput, ngajinya tahqiq,” tulis Rumail Abbas dalam akunnya @stakof.
Hal ini tentu sangat berbeda dengan Gus Miftah. Di mana tarif Rp 75 juta itu belum termasuk hotel, transportasi, makan, akomodasi, dalan lain sebagainya.
Unggahan ini pun memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang membandingkan kedua tokoh tersebut dari segi gaya dakwah, hingga tujuan ceramah mereka.
Netizen ramai-ramai memuji Gus Baha yang lebih sederhana dan dikenal memiliki adab yang santun.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah