JP Radar Kediri- Warganet dihebohkan oleh beragam video di platform media sosial Tiktok yang memperlihatkan suasana kediaman rumah Nia Kurnia Sari, penjual gorengan yang tewas mengenaskan.
Nia Kurnia Sari merupakan sosok gadis penjual gorengan keliling di Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Kematian tragis yang dialami gadis berusia 18 tahun itu menarik perhatian masyarakat yang memunculkan rasa iba.
Namun, hingga saat ini kasus tersebut terus berlanjut dan dinilai terlalu berlebihan oleh warganet.
Pasalnya dalam beberapa video yang beredar, salah satunya video pemilik akun TikTok @aureliaputriinara yang kerap membagikan kondisi rumah Nia itu memperlihatkan banyaknya masyarakat yang berkunjung ke makam Nia.
Dalam video tersebut juga memperlihatkan keadaan makam Nia yang bertumpuk bunga di atasnya.
Postingan dengan jumlah 778,1rb penayangan ini sontak dibanjiri komentar warganet yang menyampaikan rasa kesal mereka.
Mayoritas komentarar mereka mengungkapkan rasa sedih dan miris. Menurut mereka, hal itu sangat berlebihan.
Warganet juga mensarkas bahwa Nia bukanlah seorang pahlawan bangsa.
Tak hanya dijadikan sebagai tempat ziarah, rumah Nia Kurnia Sari pun dijadikan sebagai tempat museum yang berisikan barang barang pribadinya.
Penjual makanan dan gorengan pun berjajar menghiasi pekarangan rumah Nia. Hal ini sontak membuat warganet mencibir bahwa kejadian ini dijadikan ladang cuan oleh warga sekitar.
Orang-orang yang berkunjung pun tampak mengambil foto dan video di tempat tersebut. Setiap hari, pengunjung terus berdatangan mengunjungi rumah Nia.
Tempat penemuan jasad Nia pun diduga akan didirikan sebagai tugu Nia Kurnia Sari untuk menghormati kepergian gadis gorengan tersebut.
Nia tewas dibunuh dan diperkosa oleh pemuda berusia 28 tahun. Jasadnya ditemukan terkubur dengan kondisi yang mengenaskan tanpa busana dan ditemukan pada 8 September 2024.
Ia berjualan gorengan keliling untuk membantu orang tuanya membiayai kuliahnya. Namun sayang, nasib yang naas menimpanya hingga ia harus merengut nyawa.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah