JP Radar Kediri – Menteri Keungangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, baru-baru ini telah mengumumkan bahwa tarif PPN akan dinaikkan dari 11% menjadi 12% mulai tanggal 1 Januari 2025.
Sejarah tarif PPN di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan.
Mulai dari 10% pada awalnya, tarif PPN telah ditingkatkan menjadi 11% sejak 1 April 2022. Sekarang, pemerintah siap untuk meningkatkannya lagi menjadi 12% pada tahun 2025.
Hal ini berarti bahwa Indonesia akan memiliki tarif PPN tertinggi di seluruh negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), setelah Filipina.
Data tarif PPN di ASEAN tahun 2024, sebagai berikut :
- Filipina 12.0%
- Indonesia 11.0%
- Kamboja 10.0%
- Vietnam 10.0%
- Singapura 9.0%
- Malaysia 8.0%
- Thailand 7.0%
- Laos 7.0%
- Myanmar 5.0%
- Timor Leste 2.5%
Indonesia akan bergabung sebagai negara dengan tarif PPN tertinggi di ASEAN bersama Filipina, setelah ditingkatkan menjadi 12% pada tahun 2025
Potensi Dampak
Naiknya tariff PPN dapat memiliki beberapa potensi dampak yang signifikan terhadap ekonomi nasional dan masyarakat luas.
Kenaikan tariff PPN dapat membebankan biaya tambahan pada konsumen, sehingga daya beli mereka mungkin akan terganggu.
Hal ini dapat memperlambat pertumbuhan konsumsi rumah tangga, yang merupakan faktor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Tak hanya itu, banyak industri terutama industri makanan dan minuman, khawatir tentang dampak kebijakan ini.
Mereka berpendapat bahwa kenaikan PPN akan memperberat persaingan dan meningkatkan biaya produksi, akhirnya mempengaruhi performa penjualannya.
Baca Juga: Tanggal 20 November Diperingati sebagai Hari Anak Sedunia, Ini Sejarahnya!
Reaksi kalangan pengusaha sangat beragam terhadap kebijakan ini. Beberapa pengusaha khawatir bahwa kenaikan PPN akan memperburuk kondisi pasar, terutama ketika daya beli masyarakat sedang melemah.
Selain itu, kenaikan PPN bisa memperburuk kondisi pasar dan mengurangi penerimaan pajak negara.
Beberapa ahli ekonomi merekomendasikan agar pemerintah mempertimbangkan untuk menunda kenaikan PPN sampai daya beli masyarakat membaik.
Mereka juga menyarankan untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas serta meningkatkan tingkat upah yang menyejahterakan masyarakat guna meningkatkan daya beli masyarakat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah