Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Apa Itu Carok? Tradisi Berdarah di Sampang Madura yang Trending di X

Shinta Nurma Ababil • Selasa, 19 November 2024 | 20:54 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri – Carok trending topik di akun media sosial X sejak Senin (18/11).

Video detik-detik aksi carok oleh sekelompok pria di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur itu beredar dan viral di media sosial.

Dari unggahan akun X @bacottetangga__, insiden berdarah itu dipicu oleh perbedaan pandangan politik terkait pemilihan calon bupati (cabup) di daerah tersebut.

Perbedaan pendapat ini akhirnya berkembang menjadi sebuah bentrokan yang mematikan. Pertikaian tersebut melibatkan sejumlah individu dalam aksi kekerasan yang sangat brutal.

Dalam video yang viral tersebut, tampak sejumlah orang membawa senjata tajam dan terlibat dalam pengeroyokan yang menewaskan salah seorang saksi pemilihan bupati Sampang.

Sontak peristiwa ini menjadi sorotan dan memicu reaksi di kalangan publik. Lantas apa itu carok?

Carok merupakan tradisi atau ritual asal Madura yang dilakukan sebagai pemulihan harga diri ketika seseorang merasa harga dirinya diinjak-injak oleh orang lain.

Beberapa faktor pemicu terjadinya carok antara lain pelecehan terhadap perempuan dalam keluarga, seperti istri atau anak perempuan, yang dianggap sebagai penghinaan terhadap kehormatan keluarga.

Dalam budaya Madura, istri dan anak perempuan adalah simbol martabat keluarga, sehingga gangguan terhadap mereka sering kali menjadi pemicu utama terjadinya carok.

Selain itu, penyebab lainnya adalah sengketa terkait tanah dan sumber daya alam.

Dalam pandangan masyarakat Madura, tanah bukan hanya dianggap sebagai sumber kekayaan, tetapi juga sebagai simbol status sosial dan kehormatan keluarga.

Faktor lain yang dapat memicu carok adalah perselingkuhan atau perebutan kekuasaan.

Masyarakat Madura menganggap bahwa carok sebagai satu-satunya cara untuk mempertahankan harga diri dan kehormatan.

Untuk memulihkan harga diri yang dilecehkan, mereka melakukan carok, yang ternyata selalu mendapat dukungan dari lingkungan sosial.

Orang yang melakukan carok menggunakan senjata celurit untuk menyerang lawannya.

Semua pelaku carok yang berhasil membunuh musuhnya menunjukkan perasaan lega, puas, dan bangga.

Meski demikian, tradisi ini tidak berlaku bagi masyarakat lain di luar Madura.

Namun, memungkinkan masyarakat luar akan menganggap bahwa carok merupakan sebuah tindakan pembunuhan yang keji dan melanggar hukum yang berlaku di Indonesia.

Meski demikian, aparat seperti polisi, jaksa, dan hakim menganggap carok termasuk dalam kategori perbuatan kriminal dan pelakunya dapat diberi hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #carok madura #tradisi carok #berdarah #jawapos