Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

7 November Diperingati sebagai Hari Wayang Nasional, Yuk Kenali Jenis-Jenis Wayang di Indonesia!

Redaksi Radar Kediri • Kamis, 7 November 2024 | 22:49 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri  - 7 November diperingati sebagai hari wayang nasional. Hal ini telah di tetapkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2018, tertanggal 17 Desember 2018.

Hal tersebut tidak terlepas dari peran seniman dan para budayawan di Indonesia yang mengusulkan Hari Wayang sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia. 

Wayang, khususnya wayang kulit, telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Mahakarya Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia) pada tahun 2003.

Penganugerahan ini menjadi simbol kekayaan budaya Nusantara dan menunjukan berharganya wayang di mata dunia.

Wayang memiliki peran penting sebagai media edukasi yang menyampaikan pesan moral, spiritual, hingga kritik sosial melalui seni yang menghibur.

Selain sebagai sarana hiburan tradisional, wayang juga dianggap mampu memperkuat jati diri bangsa dan membangun karakter masyarakat. 

Dengan beragam jenis dan bentuknya, wayang memberikan gambaran tentang keragaman budaya Indonesia yang kaya dan unik.

Tahukah kamu apa saja jenis-jenis wayang yang ada di Indonesia? Yuk, simak untuk penjelasan berikut ini!

  1. Wayang Kulit

Wayang kulit merupakan salah satu bentuk kesenian wayang yang paling populer di Indonesia, terutama di pulau Jawa dan Bali.

Wayang kulit dibuat dari bahan kulit hewan, seperti kulit sapi, kerbau, atau kambing.

Awalnya, pertunjukan wayang kulit dipercaya berasal dari upacara keagamaan dan sering digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan moral melalui karakter-karakter dari masa lalu yang penuh makna.

Wayang kulit menjadi salah satu bentuk hiburan yang digemari rakyat sekaligus sarana penyampaian pesan-pesan moral dan nilai-nilai luhur.

Seni ini memiliki akar sejarah yang sangat panjang, bahkan dapat dilacak hingga ke masa Hindu-Buddha di Nusantara.

  1. Wayang golek

Wayang golek adalah salah satu bentuk wayang yang terbuat dari kayu dan dimainkan dengan menggerakkan tongkat yang dipasang di bagian bawahnya.

Wayang golek sangat populer di Jawa Barat dan sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.

Cerita dalam pertunjukan wayang golek biasanya menghadirkan tokoh-tokoh dengan kepribadian yang berbeda, ada yang baik dan ada yang jahat, menciptakan dinamika cerita yang menarik.

Para dalang membawakan kisah-kisah ini dengan penuh keahlian, sehingga setiap karakter tampil dengan sifatnya yang khas dan mudah dikenali oleh penonton.

  1. Wayang Beber 

Wayang beber adalah seni pertunjukan tradisional Jawa yang berkembang di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Pertunjukan ini menampilkan serangkaian gambar atau lukisan yang digulung dan ditarik di atas panggung untuk menyampaikan cerita.

Dalam pementasannya, gambar-gambar tersebut dibentangkan satu per satu agar penonton bisa mengikuti alur cerita yang disampaikan oleh dalang.

Pertunjukan wayang beber biasanya diiringi oleh alat musik tradisional seperti kenong, gong, kendang, dan rebab, yang memberikan nuansa khas dan menghidupkan suasana.

  1. Wayang Wong

Wayang Wong merupakan kesenian  drama tari tradisional Jawa yang memadukan tari, drama, dan musik gamelan.

Para pemain mengenakan topeng dan kostum rumit untuk menggambarkan karakter-karakter tertentu, sementara gerakan mereka menonjolkan keanggunan dan ketepatan.

Dalam pertunjukannya, sekelompok penari memainkan berbagai peran yang disertai iringan musik gamelan, menciptakan suasana khas dan penuh ekspresi.

Pertunjukan ini sering menggabungkan koreografi kompleks dan elemen dramatik di atas panggung, memberikan pengalaman visual yang mendalam bagi penonton.

Baca Juga: Akun Instagram Anita Jacoba Gah Banjir Hujatan Netizen Usai Kritik Naturalisasi Timnas Indonesia

  1. Wayang Suket

Nama Wayang Suket berasal dari kata "suket," yang berarti rumput dalam bahasa Jawa, yang sekaligus digunakan sebagai bahan utama pembuatan wayang ini.

Pada awalnya, Wayang Suket atau Wayang Rumput diciptakan sebagai sarana permainan dan penyampaian cerita perwayangan kepada anak-anak di pedesaan Jawa.

Dengan memanfaatkan rumput yang ada di sekitar mereka, para bocah angon ini dapat meniru aksi dalang dalam bentuk sederhana, menciptakan hiburan spontan dari bahan-bahan alami yang mudah didapat.

Kesenian Wayang Suket yang dahulu hanya dikenal di lingkungan pedesaan kini telah berkembang menjadi seni yang lebih luas dan terstruktur.

Pertunjukan ini telah bertransformasi dari sekadar permainan anak-anak menjadi sebuah bentuk seni yang dihargai oleh berbagai kalangan, menunjukkan bahwa Wayang Suket mampu melintasi batas budaya dan zaman.







Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#indonesia #hari wayang nasional #jenis wayang #kesenian #7 November