Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Berdiri Setahun Setelah Indonesia Merdeka, Tupperware Gagal Bangkrut dan Siap untuk Bangkit

Redaksi Radar Kediri • Selasa, 5 November 2024 | 17:00 WIB

Photo
Photo

JP Radar Kediri - Tupperware berhasil selamat dari kebangkrutan. Itu setelah pengadilan Amerika Serikat (AS) menyetujui kesepakatan penjualan aset perusahaan kepada kelompok pemberi pinjaman.

Saat sidang di Pengadilan Kepailitan AS di Wilmington, Delaware, Hakim Brendan Shannon menyetujui rencana Tupperware untuk menjual sebagian besar asetnya.Itu dilakukan demi keluar dari kondisi keuangan yang kritis.

Tupperware bangkit karena berhasil mencapai kesepakatan penting dengan para kreditur.

Mereka siap mengatasi krisis finansial Tupperware yang sebelumnya mengajukan perlindungan kebangkrutan. Serta disebabkan karena hutang yang besar.

Dalam kesepakatan tersebut, pemberi pinjaman seperti perusahaan investasi Stonehill Capital Management dan Alden Global Capital, menyuntikkan dana sebesar 23,5 juta dolar AS.

Pinjaman itu dalam bentuk tunai serta memberikan keringanan utang senilai 63 juta dolar AS.

Suntikan finansial tersebut untuk menghindari penjualan aset Tupperware secara lelang di pasar terbuka. Dan tetap mempertahankan operasi bisnisnya.

Pengacara Tupperware, Spencer Winters, ini adalah salah satu kesepakatan dengan hasil yang luar biasa. Merek yang usianya sudah puluhan tahun itu berhasil diselamatkan.

Menariknya, hubungan dengan pelanggan tetap terlindungi. Adapun ribuan orang yang hidupnya bergantung karena bekerja di bisnis Tupperware pun tidak ikut mendapat dampak yang lebih buruk.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Tupperware kini berubah status menjadi perusahaan swasta di bawah kepemilikan para kreditur. Sekaligus resmi dihapus dari bursa saham.

CEO Tupperware, Laurie Ann Goldman, menjelaskan, langkah penyelamatan ini akan disertai perubahan dalam model bisnis perusahaan.

Tupperware berencana mengalihkan fokusnya menuju teknologi digital. Yakni mengurangi ketergantungan pada aset fisik dan memperkuat kehadiran di pasar daring.

Baca Juga: Imbas Latiao Viral, Ini Gejala Keracunan Makanan yang Harus Diwaspadai!

Keputusan untuk menutup beberapa operasional di pasar tertentu akan dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi agar bisnis lebih efisien dan kompetitif.

Goldman berharap inovasi ini bisa memperkuat kembali merek Tupperware yang selama ini sudah menjadi andalan keluarga selama lebih dari 78 tahun.

Selain itu, perusahaan akan lebih terfokus dalam menggarap pasar inti. Termasuk AS, Kanada, Brasil, dan negara-negara besar di Asia.

Seperti Tiongkok dan India. Negara yang memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan perusahaan ke depan.

Didirikan pada 1946 oleh Earl Tupper, Tupperware sempat menjadi simbol inovasi rumah tangga dengan wadah plastik kedap udara yang membantu keluarga menghemat makanan.

Pada masanya, Tupperware populer melalui metode penjualan langsung yang dikenal dengan "Tupperware Party".

Produknya dijual di acara-acara pertemuan sosial yang banyak melibatkan ibu rumah tangga.

Namun, dominasi Tupperware mulai terkikis dengan munculnya kompetitor seperti Rubbermaid dan OXO, serta pergeseran tren konsumen ke wadah penyimpanan berbahan kaca yang dianggap lebih ramah lingkungan.

Pandemi COVID-19 sempat memberi dorongan penjualan sementara, tetapi beban utang yang besar terus menghantui perusahaan.

Sehingga akhirnya, Tupperware mengajukan kebangkrutan sebagai upaya untuk merestrukturisasi utang yang mencapai 818 juta dolar AS.

Ternyata pengajuan kebangkrutan itu belum menjadi akhir dari Tupperware.

Melalui bantuan pemberi pinjaman dan fokus baru pada digitalisasi, Tupperware memasuki babak baru untuk kembali relevan dan berdaya saing di pasar.

Langkah ini menjadi harapan bagi banyak konsumen loyal dan pekerja yang menggantungkan nasibnya pada perusahaan berusia 78 tahun ini.

Tupperware siap bangkit dengan visi baru, menghadirkan inovasi, dan tetap menjadi pilihan utama dalam produk penyimpanan makanan di era yang terus berubah.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #Tupperware bangkrut #siap bangkit #amerika serikat #jawapos