JP Radar Kediri – Beberapa hari terakhir, warga Kediri dan sekitarnya dihebohkan dengan fenomena alam unik berupa rombongan migrasi kupu-kupu kuning yang hiasi langit.
Warga yang menyaksikan kejadian ini segera mengabadikannya dalam foto dan video, yang kemudian viral di berbagai platform media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Di balik keindahannya, kemunculan kupu-kupu kuning dalam jumlah besar ini mengundang berbagai spekulasi terkait latar belakangnya.
Apakah kemunculan kupu-kupu kuning ini merupakan pertanda baik atau justru sebaliknya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Baca Juga: Cuaca Panas di Kediri hingga 38,6 Derajat Celcius, Apa Penyebabnya?
Rombongan migrasi kupu-kupu kuning ini terlihat di beberapa wilayah Kediri termasuk Pare dan sekitarnya.
Fenomena ini banyak diabadikan di media sosial sejak Kamis, (24/10) lalu. Tak hanya di Kediri saja, fenomena ini juga dilaporkan di sejumlah wilayah Jawa Timur seperti Blitar, Trenggalek, dan Malang.
Banyak pasang mata yang mengagumi fenomena indah ini. Namun, tak sedikit pula yang mengaitkannya dengan kepercayaan atau mitos tertentu.
Dalam budaya Jawa, kupu-kupu sering dianggap sebagai simbol pembawa kabar atau perubahan, terutama jika kemunculannya terjadi dalam jumlah besar dan tampak mencolok.
Baca Juga: Rizky Febian dan Mahalini Ajukan Pengesahan Pernikahan Setelah Jadi Suami Istri, Apa Alasannya?
Warna kuning sendiri dalam budaya Jawa sering dikaitkan dengan kebahagiaan, kemakmuran, dan energi positif.
Namun, para ahli menilai bahwa fenomena ini merupakan bagian dari siklus alam.
Fenomena migrasi kupu-kupu kuning ke arah timur ini bukan pertama kalinya terjadi.
Menurut para ilmuwan, fenomena ini rutin terjadi tiap masa pergantian musim dari kemarau ke musim penghujan.
Maka, kemunculan rombongan kupu-kupu kuning spesies genus eurema ini merupakan pertanda baik berupa kedatangan musim penghujan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah