Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ramai Temuan Pestisida Pada Anggur Muscat, Ternyata Ini Dampaknya bagi Tubuh!

Redaksi Radar Kediri • Rabu, 30 Oktober 2024 | 22:27 WIB
Anggur Muscat
Anggur Muscat

JP Radar Kediri - Anggur Muscat adalah anggur yang sering dikonsumsi masyarakat lantaran memiliki aroma manis dan cita rasa yang khas.

Seperti tanaman lainnya, anggur muscat membutuhkan pestisida agar terhindar dari hama dan penyakit.

Adapun jenis pestisida yang umum digunakan selama proses budidaya anggur muscat antara lain Tetraconazole, Triasulfuron, Cyflumetofen, dan Fludioxonil.

Meskipun pestisida dinilai efektif untuk mengendalikan hama pada anggur muscat tetapi residu yang ditinggalkan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Berikut dampak pestisida bagi tubuh, di antaranya:

1. Triasulfuron

Triasulfuron adalah pestisida yang digunakan untuk membasmi hama sejenis gulma pada tanaman anggur muscat. 

Pestisida triasulfuron berkerja dengan cara menghambat enzim yang berperan sebagai pembentukan protein pada tanaman gulma. 

Baca Juga: Apa Itu lipstick effect? Fenomena Ketika Daya Beli Lesu Namun Boneka Labubu dan Tiket Konser Ludes

Paparan jangka panjang pestisida itu dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh.

Menurut penelitian, Triasulfuron berpotensi merusak fungsi hati dan ginjal yang berperan untuk menetralisasi racun. 

Racun yang dibuang oleh organ hati akan diubah menjadi senyawa lain agar tidak berbahaya bagi tubuh.

Proses detoksifikasi yang tidak maksimal berdampak pada penumpukan racun secara signifikan.

Apabila terjadi penumpukan racun dalam tubuh, maka dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya. Contohnya, leukimia, kanker otak, hepatitis, dan serosis.

2. Cyflumetofen

Cyflumetofen adalah pestisida yang digunakan untuk membasmi tungau pada tanaman anggur muscat.

Pestisida Cyflumetofen bekerja dengan cara menghambat fungsi saraf, sehingga membuat tungau mati. 

Meski dinilai efektif untuk membasmi tungau, tetapi residu yang ditinggalkan pada buah dapat memengaruhi sistem saraf manusia jika dikonsumsi secara terus-menerus.

Baca Juga: Heboh Kemunculan Akun Instagram Republik Indonesia Hingga Akun Presiden RI, Benar Milik NKRI?

Menurut penelitian, akumulasi Cyflumetofen yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan saraf dengan cara menurunkan fungsi kognitif.

Akibatnya, seseorang yang terpapar pestisida itu akan mengalami sakit kepala, kelelahan tanpa sebab, dan kebingungan. 

Apabila tidak segera ditangani, maka dapat meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif jangka panjang.

3. Tetraconazole

Tetraconazole adalah pestisida yang digunakan untuk membasmi jamur. 

Pestisida Tetraconazole bekerja dengan cara menghambat enzim yang diperlukan jamur untuk berkembang biak. 

Penggunaan tetraconazole jangka panjang dapat menghambat sistem endokrin yang berperan untuk mengatur hormon dalam tubuh. 

Sejumlah penelitian menyebut bahwa ketidakseimbangan hormon akibat Tetraconazole menimbulkan gangguan pada sistem reproduksi pria maupun wanita.

Pada pria Tetraconazole menurunkan produksi sperma, sedangkan pada wanita menyebabkan pertumbuhan sel telur yang abnormal.

Baca Juga: Profil Tom Lembong, Mantan Menteri Perdagangan yang Jadi Tersangka Korupsi Impor Gula

4. Fludioxonil

Sama seperti Tetraconazole, Fludioxonil adalah pestisida yang digunakan untuk membasmi jamur dengan cara menghambat pertumbuhan spora. 

Penumpukan residu Fludioxonil dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya sistem kekebalan tubuh.

Menurut penelitian, Fludioxonil dinilai mampu menurunkan kinerja sel imunitas tubuh dalam melawan infeksi. 

Pada orang yang memiliki imunitas lemah mengonsumsi anggur muscat terkontaminasi pestisida Fludioxonil cenderung rentan terhadap infeksi.

Akibatnya penyakit yang diderita menjadi sukar disembuhkan daripada orang yang tidak mengonsumsi anggur muscat sama sekali. 

Bahkan sejumlah penelitian menambahkan paparan pestisida Fludioxonil dapat memperburuk kondisi peradangan pada penderita alergi dan penyakit autoimun.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Anggur Muscat #pestisida #dampak #buah anggur #kesehatan