JP Radar Kediri - Fenomena tingginya daya beli masyarakat terhadap kebutuhan tersier ini menjadi perhatian di tengah keadaan ekonomi negara yang lesu.
Pasalnya, perilaku konsumen sering kali mencerminkan keadaan ekonomi yang sebenarnya.
Salah satu fenomena yang muncul dalam situasi ini adalah lipstick effect.
Fenomena ini juga dikeluhkan oleh beberapa masyarakat, seperti yang disampaikan akun @kegblgnunfa. Di akun X nya, ia memposting tulisan yang menyatakan keresahannya.
“Fenomena apa ini, jualan susah, harga barang pada naik, PHK di mana-mana. Tapi tiket konser habis, boneka labubu antri, Iphone 16 open PO,"
Bahkan unggahan tersebut telah dilihat 2,8 juta kali, disukai oleh 52.000 pengguna, dan menuai lebih dari 700 komentar.
Menjawab pertanyaan itu, ada salah satu komentar warganet yang menyebut fenomena tersebut sebagai lipstick effect atau efek lipstik.
Lantas apa itu lipstick effect?
lipstick effect merupakan fenomena naiknya permintaan barang non kebutuhan pokok di saat menjelang resesi ekonomi.
Istilah ini menggambarkan kecenderungan individu untuk menghabiskan uang pada produk-produk kecil dan terjangkau, seperti lipstick, saat menghadapi masa-masa sulit.
Lipstick effect ini biasanya terjadi ketika mengalami ekonomi sulit dan keuangan terbatas, tetapi masyarakat cenderung membeli barang mewah yang murah, bukan barang mewah yang mahal.
Hal ini menunjukkan bagaimana manusia beradaptasi dengan keadaan, mencari cara untuk memberi kebahagiaan kepada diri sendiri di tengah tantangan finansial.
Baca Juga: Profil Tom Lembong, Mantan Menteri Perdagangan yang Jadi Tersangka Korupsi Impor Gula
Meskipun banyak konsumen mengurangi pengeluaran untuk barang-barang mewah, mereka tetap mencari cara untuk memberikan kebahagiaan kepada diri sendiri.
Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan produk kecantikan, tapi juga mencerminkan dinamika psikologi konsumen.
Saat merasa stres atau tertekan, seseorang akan cenderung mencari cara untuk merasa lebih baik. Salah satunya dengan cara membeli barang-barang yang dapat memberikan rasa senang.
Bisa dibilang, lipstick effect menjadi cara seseorang agar tetap bisa mendapatkan kebahagiaan ketika menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Jika digali lebih jauh lagi, lipstick effect juga menunjukkan kekuatan industri kosmetik dalam beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah