JP Radar Kediri - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kasus importasi gula kristal mentah.
Kasus ini terkait dengan kepemimpinannya sebagai Menteri Perdagangan pada tahun 2015-2016.
Penetapan status tersangka itu diumumkan oleh Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Abdul Qohar, dalam jumpa pers di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa malam (29/10/2024).
Pria kelahiran Jakarta, 4 Maret 1971 ini pernah menjabat Menteri Perdagangan (Mendag) pada masa Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).
Kemudian, dirinya di-reshuffle dan ditunjuk sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terhitung sejak 27 Juli 2016 hingga 23 Oktober 2019.
Selanjutnya, Tom Lembong dipercaya sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hingga 23 Oktober 2019 atau di periode awal pemerintahan Jokowi.
Di Tanah Air, Tom Lembong kerapkali digambarkan oleh para ekonom terkemuka sebagai “otak yang paling cemerlang di Indonesia” (the best mind in the country).
Tom adalah orang di balik layar yang menulis beberapa pidato Presiden Jokowi yang paling ikonik.
Salah satunya adalah pidato “Game of Thrones” pada pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali pada 2018, dan pidato “Thanos” di Forum Ekonomi Dunia.
Usai tidak lagi menjabat di pemerintahan, dia mendirikan Consilience Policy Institute yang secara resmi beroperasi di Singapura pada 1995.
Kemudian menjadi senior manager di Makindo Securities di Jakarta pada tahun yang sama. Kemudian dia pernah menjadi investment banker di Deutsche Securities, Jakarta.
Lembaga tersebut adalah sebuah wadah pemikir yang mengadvokasi kebijakan ekonomi internasionalis dan reformis di Indonesia.
Selanjutnya, Tom Lembong diangkat Anies Baswedan ketika masih menjabat Gubernur DKI Jakarta pada Agustus 2021 sebagai Ketua Dewan PT Jaya Ancol.
Pada Pilpres 2024, Tom Lembong bagian dari tim sukses (timses) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Dia menjabat Co-Captain Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah