Fakta Menarik Stella Christie, Wamen Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang Punya Riwayat Akademis Mentereng.

Redaksi Radar Kediri • Dipublikasikan Rabu, 23 Oktober 2024 | 22:50 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri- Stella Christie masuk dalam deretan nama yang ada di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.

Ilmuwan Kognitif asal Sumatera Utara ini ditunjuk menjadi wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama dengan Prof. Dr. Fauzan.

Kemunculan sosok Stella pun sempat mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Tak banyak tersorot oleh media sebelumnya, wakil menteri ini trernyata punya kiprah yang cukup mentereng di dunia pendidikan. Hal ini terlihat dari latar belakang akademisnya yang mengesankan.

Riwayat pendidikan Stella Christie dimulai di Jakarta. Jenjang SD, SMP, dan SMA ia tempuh di Santa Ursula Jakarta.

Wanita kelahiran 11 Januari 1979 ini menerima beasiswa bergengsi, seperti Beasiswa ASEAN dari Pemerintah Singapura dan United World College.

Stella akhirnya melanjutkan pendidikan S1di Harvard University bidang psikologi dan lulus pada tahun 2004. 

Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan S2 dan S3 nya di Northwestern University dalam bidang psikologi kognitif.

Tak sampai di itu, Stella terus mengembangkan keilmuannya. Setelah menyelesaikan studi doktoralnya, wanita berkacamata ini menjalani program pascadoktoral di University of British Columbia, Kanada.

Stella memulai kariernya sebagai periset dengan menjadi peneliti pascadoktoral di The University of  British Columbia pada tahun 2010-2012.

Kemudian menjadi peneliti tamu di Stanford University pada tahun 2015-2016. Karirnya semakin cemerlang pada tahun 2012-2018  dia menjabat sebagai asisten Profesor di Swarthmore College, Amerika Serikat.

Dipilih menjadi ketua riset di Tsinghua University, pada tahun yang sama, Stella naik tingkat dengan memiliki gelar Profesor Madya. Hingga pada tahun 2022 nama Stella Christie akhirnya diangkat sebagai Guru Besar di Tsinghua University.

Untuk diketahui, Tsinghua University merupakan salah satu universitas terbaik di dunia dan memiliki reputasi yang kuat di kalangan akademisi dan pemberi kerja. Kampus ini masuk dalam peringkat 12 universitas terbaik di dunia versi World University Rankings tahun 2024.

Untuk menjadi seorang profesor di sebuah universitas luar negeri, Stella mengaku harus bekerja keras. Dirinya harus bersabar dalam menunggu masa uji sampai layak disebut profesor.

Sebagai seorang yang bergelut di dunia riset, Stella terfokus pada bidang cognitive science atau ilmu kognitif. Bidang tersebut mempelajari cara kerja otak hingga manusia berpikir.

Dia banyak melakukan penelitian seputar cara kerja otak hingga relasinya dengan hal sosial. Menurutnya, manusia cerdas karena mampu berpikir secara relasional.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
radar kediri jawapos Stella Christie pendidikan tinggi