Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bahlil Lahadalia Raih Gelar Doktor dalam Waktu Singkat, Berapa Lama Sebenarnya Masa Studi S3 di Indonesia?

Redaksi Radar Kediri • Senin, 21 Oktober 2024 | 17:44 WIB

Photo
Photo
 

JP Radar Kediri - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia  baru-baru ini resmi meraih gelar doktor dari Program Studi Kajian Stratejik Global di Universitas Indonesia (UI).

Gelar tersebut dicapai dalam waktu yang relatif singkat. Yaitu sekitar 20 bulan atau empat semester.

Pada sidang promosi doktornya yang berlangsung pada 16 Oktober 2024 di Gedung Makara Art Center, UI, Depok, Bahlil memaparkan disertasinya mengenai kebijakan hilirisasi nikel yang berkeadilan di Indonesia.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin itu, Bahlil menegaskan rasa terima kasihnya kepada berbagai pihak yang mendukung studinya.

Sesi tanya jawab dengan panel penguji yang terdiri dari lima pakar di bidang kebijakan publik dan ekonomi pun berjalan dengan baik, hingga akhirnya Bahlil dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude.

Keberhasilan Bahlil menyelesaikan studi S3 dalam waktu singkat menuai banyak perhatian.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengaku, kagum dengan capaian tersebut. Mengingat dirinya butuh waktu hingga enam tahun untuk menyelesaikan studi S3 di Universitas Airlangga.

Menurut Muhadjir, meski menjadi seorang menteri yang sibuk, Bahlil berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral dengan hasil luar biasa.

Namun, durasi studi S3 yang ditempuh Bahlil memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Berapa lama sebenarnya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan program doktor di Indonesia?

Berapa Lama S3 di Indonesia?

Program doktor atau S3 adalah jenjang pendidikan tertinggi yang ditawarkan di perguruan tinggi.

Di Indonesia, durasi kuliah S3 umumnya ditempuh dalam waktu tiga hingga lima tahun. Tergantung pada berbagai faktor seperti sistem pendidikan, bidang studi, jenis penelitian, dan status mahasiswa, apakah full time atau part time.

Secara umum, masa studi S3 dirancang untuk diselesaikan dalam enam semester atau sekitar tiga tahun.

Namun, beberapa program memberikan batas waktu yang lebih panjang. Yaitu hingga sepuluh semester atau lima tahun.

Bagi mahasiswa yang mengambil program studi yang melibatkan penelitian eksperimental atau pengumpulan data jangka panjang, durasi ini bisa lebih lama.

Selain itu, setiap universitas memiliki kebijakan berbeda terkait durasi studi. Berdasarkan Peraturan Rektor Universitas Indonesia Nomor 3 Tahun 2024, masa studi maksimum untuk program doktor di UI adalah 12 semester atau sekitar enam tahun.

Mahasiswa diwajibkan menyelesaikan dua semester pembelajaran awal yang mendukung penelitian, diikuti empat semester penelitian yang menjadi inti program S3.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Durasi S3

Ada beberapa faktor yang memengaruhi lamanya waktu untuk meraih gelar doktor, di antaranya:

Sistem Pendidikan
Setiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda. Di Indonesia, studi S3 umumnya memakan waktu tiga hingga lima tahun. Sementara di negara lain, program doktor bisa berlangsung hingga tujuh tahun tergantung institusi dan bidang studi yang diambil.

Bidang Studi
Program doktor di bidang ilmu alam, teknik, atau kedokteran sering kali membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan bidang-bidang lain karena perlunya penelitian eksperimental yang kompleks.

Jenis Penelitian
Penelitian yang melibatkan pengumpulan data lapangan atau eksperimen dalam jangka panjang juga dapat memperpanjang durasi studi.

Status Mahasiswa
Mahasiswa yang kuliah secara penuh waktu cenderung menyelesaikan studi lebih cepat dibandingkan mereka yang kuliah sambil bekerja atau berstatus part-time.

 Baca Juga: Viral! Gen Alpha Disebut Rentan Terkena Diabetes Tipe 1, Ternyata Ini Penyebabnya

Syarat Mendapatkan Gelar Doktor

Untuk meraih gelar doktor, mahasiswa tidak hanya diwajibkan menyelesaikan masa studi, tetapi juga harus memenuhi serangkaian persyaratan akademik.

Di antaranya adalah mengajukan dan mempertahankan proposal penelitian di hadapan komite akademik, melakukan penelitian yang memberikan kontribusi baru pada bidang studi, menerbitkan hasil penelitian dalam jurnal ilmiah bereputasi, dan menulis disertasi komprehensif yang menjabarkan penelitian tersebut.

Selain itu, mahasiswa juga harus lulus ujian komprehensif dan sidang disertasi. Di mana mereka mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan panel ahli.

Semua persyaratan ini dirancang untuk memastikan bahwa lulusan program doktor benar-benar menguasai bidang keilmuannya.

Durasi studi S3 di Indonesia bervariasi. Tergantung pada berbagai faktor seperti bidang studi dan jenis penelitian.

Umumnya, program doktoral dapat diselesaikan dalam waktu tiga hingga lima tahun. Meski begitu, ada juga program yang memungkinkan mahasiswa untuk meraih gelar dalam waktu yang lebih singkat.

Seperti yang dialami Bahlil Lahadalia. Yang pasti, program doktor menuntut komitmen tinggi, baik dari segi waktu maupun usaha yang diperlukan untuk memenuhi semua persyaratan akademik yang ketat.

 

 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #indonesia #gelar doktor #studi S3 #jawapos