Amazing Grace Production merilis film berjudul “Start Up Never Give Up” yang sudah tayang di bioskop sejak Kamis lalu (10/10).
Film berdurasi 99 menit ini bekerja sama dengan Yayasan Rumah Film dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Ibnu Agha dipercaya sebagai sutradara film komedi ini. Sedangkan, penulisan naskah film dipercayakan kepada Marilis Sibarani dan Daniel Tito Pakpahan.
Daniel Tito Pakpahan juga bertindak sebagai produser film. Film “Start Up Never Give Up” diisi oleh deretan aktor dan aktris kenamaan Indonesia seperti Rifky Balweel, Sheila Dara, Ikram Hamzah, Adi Bing Slamet, Pretty Asmara, Ucok Baba, Daus Separo dan Derry Drajat.
Di balik proses produksi film ini, terdapat kisah yang cukup menarik. Produser film ini, Daniel Tito Pakpahan merupakan mantan pecandu narkoba dan warga binaan BNN.
Selain itu, soundtrack film ini dikerjakan salah satu warga binaan Lapas Cipinang. Meskipun berada di tempat rehabilitasi, dia tidak menyerah dan bersemangat untuk berkarya hingga menghasilkan soundtrack film ini.
Film ini sudah dikerjakan sejak 2017. Film ‘”Start Up Never Give Up”’ juga menjadi film terakhir yang dibintangi oleh Pretty Asmara sebelum meninggal dunia pada 2018.
Film ini mengisahkan tentang perjuangan kakak beradik dalam membangun bisnis start up pasca orang tuanya meninggal dunia. Doni (Rifky Bawel) dan Rafi (Ikram Hamzah) harus menjalani kehidupan yang pas-pasan.
Setelah orang tuanya meninggal dunia, Doni bertanggung jawab untuk mencari nafkah. Sedangkan, Rafi bertanggung jawab dalam mengurusi pekerjaan rumah.
Keadaan dipersulit oleh kelakuan Doni yang tidak pernah serius selama bekerja dan selalu dikeluarkan dari tempat kerjanya. Bukannya sadar diri, Doni malah berlagak bak Don Juan.
Dia selalu tebar pesona kepada semua wanita cantik yang ditemuinya. Mulai dari tetangganya bernama Dewi (Sheila Dara) hingga sekretaris kantor perusahaan yang salah memberinya posisi manajer pemasaran bernama Pricila (Ayu Hastari).
Baca Juga: Sinopsis Film ‘Santet Segoro Pitu’, Kisah Nyata Keluarga di Semarang tahun 1983
Melihat keadaan keuangan memburuk dan tunggakan listrik rumah belum dibayar, Doni berencana menjual mobil Kijang warisan orang tuanya. Hasil penjualan mobilnya ini akan digunakan untuk membayar listrik dan beras.
Namun, Rafi menolak rencana kakaknya dan memberikan saran agar mobilnya disewakan melalui aplikasi. Dengan usaha keras, Rafi berhasil menciptakan aplikasi sederhana untuk start up penyewaan mobilnya.
Perjuangan belum berhenti sampai di sini saja. Doni dan Rafi harus bekerja keras membangun bisnisnya. Mulai dari mencari investor untuk periklanan, merekrut sopir-sopir untuk penambahan armada hingga cerita-cerita nyeleneh selama menjalankan bisnis usaha.
Film ini memberikan kisah inspiratif berbalut komedi bagaimana membangun bisnis usaha yang tidak mudah. Dengan semangat pantang menyerah yang tercantum dalam judul film ini, segala impian bisa dengan mudah digapai.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah