Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

17 Oktober Diperingati Sebagai Hari Trauma sedunia, Ternyata ini Sejarahnya

Redaksi Radar Kediri • Kamis, 17 Oktober 2024 | 21:07 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri- Tahukah kamu? Setiap 17 Oktober diperingati sebagai Hari Trauma Sedunia (World Trauma Day). 

Peringatan ini ditetapkan dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat seluruh dunia tentang pentingnya mengendalikan traumatis.

Trauma merupakan respon emosional tubuh terhadap kejadian yang membekas bagi korban. 

Trauma bisa disebabkan oleh kejadian menegangkan yang dialami manusia seperti kecelakaan, kekerasan fisik, bencana alam, diskriminasi, kekerasan seksual dan masih banyak lagi.

Peringatan Hari Trauma Sedunia ini berawal dari New Delhi, India, pada 2011. Hal ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di negara tersebut.

Saat itu, data India melaporkan sebanyak 400 orang meninggal dunia setiap harinya. Maka, Peringatan Hari Trauma Sedunia ditetapkan untuk mengurangi cedera, kematian dan dampak pasca kejadian traumatis di India dan seluruh dunia.

Apabila rasa traumatis korban tidak dikendalikan dengan baik, maka korban akan mengalami gangguan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). 

Bahkan, jika trauma yang dialami korban semakin parah bisa menyebabkan kematian.

Baca Juga: Viral Imbauan Tak Beri Teh pada Anak, Apakah Benar Berbahaya bagi Kesehatan?

Dilansir dari National Day, sekitar 9% masyarakat dunia mengalami kematian akibat cedera traumatis. Hasil ini bahkan berada di urutan atas penyebab kematian lain seperti HIV/AIDS, tuberkulosis dan malaria.

Oleh karena itu, Peringatan Hari Trauma Sedunia dijadikan sebagai momentum untuk menyadarkan kembali betapa pentingnya pengendalian dan pencegahan dampak traumatis. 

Kepedulian seluruh lapisan masyarakat juga diperlukan untuk merangkul korban yang mengalami traumatis.

Hari Trauma Sedunia memiliki beberapa tujuan penting yang harus kamu ketahui. Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang dampak trauma fisik dan psikologis.

Kedua, mengajak masyarakat dunia untuk bersama-sama membantu korban yang berusaha keras melepas rasa trauma. Ketiga, penyebaran informasi tentang pencegahan dan pengendalian dampak traumatis.

Baca Juga: Waduh TikTok Muncul Tren Baru! Apa Itu Tren Fashion Coquette Aesthetic yang Viral di TikTok?

Keempat, mengajak berbagai pihak terkait (pemerintah, organisasi masyarakat) untuk bekerja sama untuk pencegahan dampak traumatis. Kelima, menciptakan lingkungan nyaman bagi korban agar mempercepat penyembuhan traumatis.

Bagaimana cara memperingati Hari Trauma Sedunia yang bisa kamu lakukan? 

Pertama, mengedukasi seluruh lapisan masyarakat mengenai trauma dan dampak-dampaknya yang harus diketahui.

Hal ini bisa dilakukan melalui seminar, kampanye, media sosial dan lain sebagainya. Kedua, merangkul korban untuk melepaskan diri dari traumanya.

Kamu bisa mengajak mereka bercerita pengalamannya dan berikan dukungan penuh untuk penyembuhannya. Ketiga, mengampanyekan keselamatan lalu lintas untuk mengurangi angka kecelakaan dan traumatis.

Hari Trauma Sedunia menekankan betapa pentingnya pengendalian kesehatan mental dan dukungan seluruh pihak untuk menjalani dinamika kehidupan yang semakin kompleks. Dengan demikian, dukungan seluruh pihak bisa mempercepat penyembuhan korban dari rasa traumatis.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#17 oktober #peringatan #sejarah #Hari Trauma Sedunia