JP Radar Kediri – Setelah sempat menelan kekecewaan atas kontroversi hasil imbang dengan Bahrain pada pertandingan sebelumnya, Timnas Indonesia kini harus kembali fokus untuk menghadapi laga selanjutnya melawan China.
Di tengah persiapan yang intens, para pemain terlihat mulai kembali ceria saat menjalani sesi latihan di Kota Qingdao, Tiongkok.
Diketahui, kota Qingdao itu terletak di provinsi Shandong. Secara geografis, Kota Qingdao berada di tepi Laut Kuning dan bersebrangan langsung dengan Korea Selatan.
Kota Qingdao merupakan salah satu kota di China yang memiliki suhu relatif lebih dingin dibanding kota lainnya.
Suhu terpanas Kota Qingdao umumnya terjadi pada bulan Juli dan Agustus dengan suhu rata-rata 26 ℃ sementara suhu terdingin terjadi pada bulan Januari dengan suhu rata-rata 0℃.
Saat ini Kota Qingdao baru saja memasuki musim gugur dengan suhu rata-rata Oktober 17℃.
Baca Juga: Profil Kevin Diks, Pemain FC Copenhagen yang Akan Perkuat Timnas Indonesia
Pada Selasa, (15/10) saat pelaksanaan pertandingan Indonesia vs China diperkirakan suhu Kota Qingdao berada di antara 16-25 ℃.
Suhu ini terbilang cukup kontras dengan suhu di Riffa, Bahrain yang menjadi lokasi pertandingan sebelumnya.
Meski demikian, masalah tersebut tak menjadi penghalang bagi Timnas Indonesia. Sesi latihan pada Minggu, (13/10) yang berlangsung di bawah gerimis dan suhu dingin membuat para pemain harus beradaptasi dengan cepat.
Dalam kondisi cuaca demikian, semangat dan kekompakan para pemain terlihat tetap terjaga.
Bahkan, beberapa dari mereka justru menjadikan cuaca dingin Qingdao sebagai bahan candaan untuk mengurangi ketegangan menjelang laga penting melawan China.
Pada sela-sela latihan, admin media sosial Timnas Indonesia bertanya secara bergantian pada masing-masing pemain tentang kondisi cuaca di Qingdao, China.
Baca Juga: Kevin Diks Puji Salah Satu Pemain Timnas Indonesia hingga Ingin Dibawa ke Eropa, Siapa Dia?
Kebanyakan dari mereka mengakui bahwa cuaca di sana memang dingin. Seperti kata Wahyu Prasetyo, pemain yang baru-baru ini akrab disebut Hulk Timnas Indonesia, bahwa “China is dingin” ungkapnya.
Sandy Walsh juga tak mau kalah. Sambil memamerkan kemahirannya dalam berbahasa Indonesia, Sandy bergurau tentang langit mendung dan cuaca dingin Qingdao, China.
“ Dimana matahari dimana?” Gurau Sandy Walsh.
Sementara itu, pemain lokal Indonesia merasa cuaca di Qingdao tak jauh berbeda dengan Indonesia.
Marselino Ferdinan merasa seperti sedang di Bandung, salah satu kota di Indonesia yang terkenal dengan suhu dinginnya.
Berbanding terbalik dengan jawaban teman-temannya, Egy Maulana Vikri justru mencoba bergurau dengan berkata seperti sedang di Medan, salah satu kota di Indonesia yang memiliki suhu relatif panas.
Baca Juga: Media Belanda Soroti Keputusan Kevin Diks Yang Segera Membela Timnas Indonesia
Senada dengan Egy, Rizky Ridho berkata bahwa cuaca di Qingdao panas.
“Panas-panas” Kata Rizky Ridho sambil tersenyum.
Jawaban paling random datang dari kiper utama Timnas Indonesia, Maarten Paes justru menjawab dengan kata yang sama sekali tak nyambung dengan pertanyaan yang diajukan Admin media sosial Timnas Indonesia.
“Kopi dangdut”ucap kiper andalan Timnas tersebut.
Sontak jawaban tersebut memicu gelak tawa dari warganet. Warganet menduga Maarten Paes belajar dari Sandy Walsh yang terkenal sebagai pemain paling random di Timnas.
Moment tersebut diabadikan dalam story Instagram resmi Timnas Indonesia Minggu, (13/10).
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah