JP Radar Kediri – Baru-baru ini balita di Surabaya berujung viral lantaran dicekoki obat penggemuk oleh pengasuhnya selama satu tahun.
Pasalnya, obat penggemuk yang diberikan ke balita di Surabaya tergolong obat keras dan tidak boleh dikonsumsi sembarangan tanpa rekomendasi dokter.
Obat yang diberikan ke balita di Surabaya itu merupakan obat sejenis Dexamethasone dan Pronicy.
Menurut medis, obat Dexamethasone digunakan untuk mengobati peradangan akibat infeksi. Sedangkan Pronicy digunakan untuk mengobati alergi.
Kedua obat itu disalahgunakan untuk penggemuk dan penambah nafsu makan oleh pengasuh balita.
Padahal dari sisi medis penggunaan Dexamethasone dan Pronicy secara bersamaan dapat menimbulkan efek samping berbahaya.
Baca Juga: Jennie Blackpink Comeback Solo dengan Rilis Single Terbarunya Berjudul Mantra
Efek samping akibat penggunaan kedua obat di atas yaitu gangguan pencernaan, ketidakseimbangan nutrisi, gangguan perkembangan fisik, gangguan metabolisme, alergi, dan ketergantungan.
Lantas apa saja dampak dari obat penggemuk yang diberikan untuk balita bagi tubuh?
1. Gangguan pencernaan
Sistem pencernaan balita masih sangat sensitif terhadap bahan kimia yang terkandung dalam obat-obatan.
Penggunaan obat sembarangan tanpa petunjuk dokter dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, atau perut kembung.
Bahan kimia yang terkandung dalam obat-obatan tersebut membuat sistem pencernaan balita tidak bisa menyerap nutrisi secara optimal.
2. Ketidakseimbangan nutrisi
Obat penggemuk biasanya diformulasikan untuk meningkatkan nafsu makan atau mendorong kenaikan berat badan dengan cepat.
Balita yang mengonsumsi obat penggemuk dapat mengalami kenaikan berat badan tanpa mendapatkan nutrisi penting.
Nutrisi tersebut meliputi vitamin, mineral, protein, dan serat yang dibutuhkan balita.
Akibat ketidakseimbangan nutrisi kesehatan balita menjadi terganggu.
Baca Juga: SM Entertainment Umumkan Seunghan Kembali Bergabung Dengan RIIZE?
3. Gangguan perkembangan fisik
Pemberian obat penggemuk secara sembarangan dapat memicu penumpukan lemak di dalam tubuh.
Penumpukan lemak secara berlebihan dapat mengganggu perkembangan tulang dan otot balita.
Akibatnya balita cenderung mengalami obesitas dan gangguan kesehatan lainnya.
4. Gangguan metabolisme
Beberapa jenis obat penggemuk yang diberikan balita secara sembarangan dapat menimbulkan gangguan metabolisme.
Umumnya gangguan metabolisme yang terjadi yaitu ketidakmampuan tubuh memproduksi hormon adrenal.
Hormon adrenal berfungsi untuk mengatur metabolisme dan sistem kekebalan tubuh.
Penggunaan obat penggemuk dapat menghambat kinerja hormon adrenal dalam tubuh.
Akibatnya proses metabolism dalam tubuh menjadi tidak optimal, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan pada balita.
Baca Juga: Sandra Dewi Bohong Kepada Anak bahwa Ayahnya Sedang Wamil, Begini Respon Warganet
5. Alergi
Balita memiliki sistem kekebalan yang masih berkembang.
Oleh karena itu mereka rentan terhadap alergi bahan kimia yang terkandung dalam obat-obatan.
Banyak obat penggemuk mengandung bahan kimia yang bisa memicu reaksi alergi, seperti ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan, atau gangguan pernapasan.
6. Ketergantungan
Pemberian obat penggemuk dalam jangka waktu panjang berisiko membuat balita bergantung pada obat tersebut untuk mendapatkan nafsu makan yang bertambah. Kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kesehatan balita di masa depan.
Ketika tidak nafsu makan mereka akan cenderung diberi rangsangan obat. Jika dibiarkan terus-menerus dapat menimbulkan overdosis.
Apabila sudah terjadi overdosis penggunaan obat penggemuk tidak bisa dihentikan secara tiba-tiba, melainkan harus bertahap.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah