JP Radar Kediri – Hari Kesehatan Mental Internasional (World Mental Health Day) merupakan peringatan tahunan yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya kesehatan mental.
Setiap tanggal 10 Oktober, masyarakat internasional berkesempatan untuk memahami dan menghadapi isu-isu terkait kesehatan mental secara lebih efektif. Peringatan internasional ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan isu kesehatan mental di seluruh dunia.
Pada tahun 2024 WFMH (World Federation for Mental Health) akan mempersembahkan Kampanye Global, bertepatan dengan peringatan 75 tahun organisasi ini.
Kampanye ini mengusung tema 'It is Time to Prioritize Mental Health in the Workplace' atau 'Saatnya Memprioritaskan Kesehatan Jiwa di Tempat Kerja'.
Baca Juga: Siapa Ratu Entok? Selebgram Viral yang Ditangkap Polisi karena Menghina Yesus
Dengan tema tahun ini, "Saatnya Memprioritaskan Kesehatan Mental di Tempat Kerja," fokus utama adalah pada bagaimana organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan mental karyawan.
Pekerjaan juga dapat menjadi sumber risiko bagi kesehatan mental, mulai dari ketidakamanan pekerjaan hingga diskriminasi, kondisi kerja yang tidak aman, dan jam kerja yang berlebihan.
Lingkungan kerja yang tidak sehat dapat memperburuk masalah kesehatan mental pekerja. WHO menekankan bahwa kondisi seperti diskriminasi dan pelecehan di tempat kerja dapat meningkatkan risiko gangguan mental.
Dan stres ini memengaruhi kehidupan pribadi pekerja yang bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik juga. Selain itu, dapat menyebabkan berakhirnya hubungan pribadi.
Baca Juga: Setelah Tren Yura, Kini Muncul Tren Kaluna di Media Sosial, Apa Itu?
Kesehatan mental yang baik tidak hanya penting untuk individu, tetapi juga untuk produktivitas dan keberlangsungan selama bekerja.
Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 15% orang dewasa yang berada dalam usia kerja mengalami gangguan mental, dan diperkirakan 12 miliar hari kerja hilang setiap tahun akibat depresi dan kecemasan, menyebabkan kerugian ekonomi global hingga $1 triliun.
Melalui angka yang signifikan tersebut, jelas bahwa masalah kesehatan mental harus menjadi prioritas bagi perusahaan.
WHO mengatakan bahwa tempat kerja dapat melindungi kesehatan mental dengan menyediakan stabilitas keuangan, komunitas yang inklusif, membangun kepercayaan diri dan rasa pencapaian, serta menciptakan rutinitas.
Salah satu tantangan terbesar dalam memprioritaskan kesehatan mental di tempat kerja adalah stigma yang masih ada. Banyak karyawan enggan membicarakan masalah kesehatan mental karena takut akan penilaian atau dampak terhadap karier mereka.
Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengadakan kampanye atau lokakarya yang bertujuan mengurangi stigma ini. Dengan menciptakan budaya yang menerima dan mendukung, perusahaan dapat mendorong lebih banyak karyawan untuk mencari bantuan ketika mereka membutuhkannya.
Dengan ini, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung sangat penting untuk kesehatan mental pekerja.
Berangkat dari tema yang memiliki keterkaitan antara kesehatan mental dan dunia pekerjaan, kita perlu mengingat bahwa kesehatan mental di lingkungan pekerjaan juga sangatlah penting.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah