Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal World Mental Health Day: Mengapa Kesehatan Mental Harus Menjadi Prioritas?

Redaksi Radar Kediri • Kamis, 3 Oktober 2024 | 23:49 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri – Tahukah kamu jika tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia?

Peringatan internasional ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan isu kesehatan mental di seluruh dunia.

Peringatan ini dimulai pada tahun 1992 melalui program advokasi dan kesadaran global yang dipelopori oleh World Federation of Mental Health (WFMH) atau Federasi Kesehatan Mental Dunia. 

Organisasi ini didirikan pada 1948 di London, Inggris, oleh George Brock Chisholm, seorang Psikiater asal Kanada, yang ingin WFMH menjadi organisasi kesehatan mental non-pemerintah internasional. 

Pada awalnya, George Chisholm berpikir bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

Adapun tujuan utama peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia adalah untuk memobilisasi upaya dukungan terhadap kesehatan mental. 

Pada hari peringatan ini, semua orang yang bergerak di bidang kejiwaan (baik psikiater, psikologi) maupun Kementrian Kesehatan, berkesempatan untuk mengatasi isu kesehatan mental untuk masyarakat dunia. 

Selain itu, peringatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat dan komunitas dunia untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan mendukung tindakan yang mempromosikan serta melindungi kesehatan jiwa setiap orang sebagai sebuah hak asasi manusia (HAM).

Menurut World Health Organization (WHO), satu dari delapan orang di seluruh dunia hidup dengan kondisi kesehatan mental, yang dapat berdampak pada kesehatan fisik, kesejahteraan, cara berhubungan dengan orang lain, dan penghidupan. 

Di Indonesia sendiri, kesehatan mental semakin menjadi perhatian serius dengan peningkatan kasus bunuh diri yang mencolok. 

Data menunjukkan bahwa pada 2023, terjadi 451 kasus bunuh diri dalam lima bulan, rata-rata tiga per hari, dengan 74% kasus terjadi di permukiman. 

Hingga awal Oktober 2024, terdapat 852 kasus bunuh diri di Indonesia. Sebagian besar pelaku berusia 26 hingga 45 tahun, dengan masalah ekonomi sebagai penyebab utama. 

Kasus bunuh diri di kalangan Generasi Z juga meningkat, dipicu oleh tekanan sosial dan kesehatan mental yang buruk.

Selain itu, survei IPSOS pada 2023 mengungkapkan bahwa 44% responden menganggap kesehatan mental sebagai isu paling mendesak. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat satu dari sepuluh orang mengalami gangguan jiwa, dengan prevalensi depresi mencapai 6% dan skizofrenia 0,18%.

Akibatnya, kesadaran akan kesehatan mental di Indonesia masih minim. Gejala seperti mudah marah, merasa putus asa, rendah diri, dan cemas masih umum dan sering tidak diidentifikasi sebagai masalah kesehatan mental.

Hari Kesehatan Mental Sedunia juga bertujuan untuk mengurangi stigma seputar kesehatan mental dan mempromosikan kesejahteraan mental. 

Banyak orang dengan kondisi kesehatan mental mengalami pelanggaran hak asasi, seperti dikucilkan dari kehidupan bermasyarakat dan mengalami diskriminasi. 

Oleh karena itu, peringatan ini berupaya untuk mendorong kesadaran tentang masalah kesehatan mental dan mempromosikan akses layanan kesehatan mental yang diperlukan.

Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia dilakukan dengan berbagai aktivitas dan kampanye. Mulai dari seminar online, forum diskusi, kampanye di media sosial, hingga program kreativitas dan donasi untuk masalah kesehatan mental. 

Jadi, ayo kita tingkatkan kesadaran bahwa kesehatan mental itu penting untuk dijadikan prioritas ya! 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kesehatan mental #2024 #10 oktober #World Mental Health Day #kesehatan #hari kesehatan mental sedunia