Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Viral Istilah Passenger Princess di Media Sosial, Ternyata Ini Artinya

Shinta Nurma Ababil • Rabu, 2 Oktober 2024 | 21:09 WIB

 

Istilah ‘Passenger Princess’ kembali ramai digunakan di sosial media oleh kaum muda.
Istilah ‘Passenger Princess’ kembali ramai digunakan di sosial media oleh kaum muda.

JP Radar Kediri – Istilah ‘Passenger Princess’ kembali ramai digunakan di sosial media oleh kaum muda.

 Istilah ini sering digunakan ketika berkomunikasi. Bahkan, ada yang menggunakannya sebagai sindiran.

 Passenger Princess biasanya merujuk atau digunakan untuk orang-orang yang tak bisa menyetir kendaraan.

 Jika dilihat dari perspektif gender kerap disandingkan kepada perempuan dengan stigma bahwa perempuan tidak pandai dalam melakukan perjalanan, seperti menyetir atau menggunakan Google Maps.

 Baca Juga: Daftar 23 Artis Jadi Anggota DPR RI Periode 2024-2029, Siapa Saja Mereka?

Istilah passenger princess sendiri berasal dari bahasa Inggris. Passenger artinya penumpang dan princess artinya putri. Jika digabung, passenger princess berarti putri penumpang.

 Secara sederhana, passenger princess merujuk pada seseorang yang duduk di kursi penumpang saat berkendara, menikmati perjalanan tanpa harus memikirkan kemudi

 Istilah ini bisa dipakai untuk menyebutkan seseorang yang menjadi penumpang merupakan wanita yang terlihat elegan, baik, lembut, dan rapi, seperti layaknya seorang putri.

 Tak hanya diartikan sebagai seseorang yang tak bisa menyetir, namun juga dinilai sebagai seseorang yang diperlakukan seperti layaknya seorang putri, yang dibukakan pintu mobil dan diperlakukan dengan sangat baik.

 Hadirnya istilah ini sangat dipengaruhi oleh budaya media sosial, terutama di platform seperti TikTok dan Instagram.

Pasalnya, media sosial tak jarang digunakan sebagai ajang untuk memamerkan momen dalam hidupnya.

 Banyak pengguna membagikan momen-momen mereka sebagai passenger princess, mengunggah foto dan video saat bersantai di kursi penumpang.

 Momen menyenangkan itu sering kali menjadi kontroversi karena pengunggah momen tersebut dianggap bersikap egois karena hanya menikmati momen perjalanan tanpa ikut bertanggung jawab dalam perjalanan.

 Namun, di sisi lain, istilah ini juga bisa menimbulkan stereotipe tentang peran gender. Di mana perempuan dianggap lebih suka bersenang-senang ketimbang terlibat dalam aktivitas yang membutuhkan keterampilan.

 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #Gen Z #Passenger Princess #jawapos