Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Apa Itu Doom Spending yang Diprediksi Bikin Milenial dan Gen Z Tambah Miskin?

Shinta Nurma Ababil • Jumat, 27 September 2024 | 23:11 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Di tengah kondisi anak muda yang mengeluhkan kesulitan mencari kerja, fenomena doom spending muncul sebagai momok bagi Gen Z dan Milenial.

Tanpa disadari, banyak anak muda yang terjebak dalam doom spending sebagai bentuk "self-reward" atau penghargaan terhadap diri sendiri setelah bekerja keras dalam mencapai suatu hal.

Kebiasaan ini dilakukan dengan niat untuk merayakan pencapaian atau sebagai cara untuk meredakan kekhawatiran dan stres yang kerap mereka rasakan.

Untuk diketahui, doom spending diartikan sebagai kebiasaan berbelanja secara impulsif demi menenangkan diri akibat perasaan pesimis terkait ekonomi dan masa depan.

Fenomena ini disebut sebagai aktivitas pengeluaran tidak terkendali yang terjadi ketika seseorang melakukan kebiasaan belanja tanpa berfikir panjang dan dilakukan terus menerus sebagai upaya menenangkan diri.

Dengan kemudahan akses belanja online dan pengaruh media sosial yang terus mendorong gaya hidup konsumtif, banyak dari mereka yang tanpa sadar terjebak dalam siklus belanja secara berlebihan yang akan memperburuk kondisi finansial.

Jika hal ini dilakukan berkelanjutan maka akan menimbulkan kesenjangan ekonomi yang kian melebar dan kemungkinan anak Gen Z dan milenial terjerat utang.

Menurut prediksi yang dilakukan berdasarkan survei keamanan finansial internasional, Gen Z dan Milenial rentan berada dalam kondisi yang lebih miskin dibandingkan generasi sebelumnya.

Hal ini sejalan dengan data survey, di mana terdapat 36,5 persen orang dewasa di seluruh dunia yang merasa finansial mereka jauh lebih baik daripada orang tuanya.

Sementara 42,8 persen lainnya berpikir bahwa mereka memiliki kondisi finansial yang lebih buruk dan tidak akan bisa menyetarai kondisi finansial orang tua mereka.

 Baca Juga: Di Balik Video Syur Guru dan Murid di Gorontalo, Inilah Sosok PPT Sebagai Siswi Berprestasi

Di tengah situasi ekonomi global yang tidak stabil, banyak anak muda merasa tidak memiliki kendali atas masa depan mereka. Sehingga belanja impulsif menjadi pelarian dari rasa khawatir.

Sayangnya, kebiasaan ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga memperbesar risiko utang dan ketidakmampuan mereka untuk menabung.

Fenomena ini semakin memprihatinkan. Tak hanya disebabkan oleh kurangnya literasi keuangan, tetapi juga oleh tekanan sosial yang diperparah oleh media sosial.

Di mana gaya hidup mewah sering kali dipromosikan tanpa memperlihatkan konsekuensi finansial yang nyata.

Fenomena doom spending mencerminkan tantangan yang dihadapi Gen Z dan Milenial di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan sosial yang semakin meningkat.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#doom spending #milenial #menenangkan diri #genz #impulsif #finansial #kesenjangan ekonomi #belanja