Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ibu di Medan Aniaya Anak Kandungnya Hingga Babak Belur, Bagaimana Menurut Perspektif Islam?

Redaksi Radar Kediri • Kamis, 26 September 2024 | 22:21 WIB
Tangkapan layar aksi penganiayaan dilakukan seorang ibu terhadap anak kandungnya.
Tangkapan layar aksi penganiayaan dilakukan seorang ibu terhadap anak kandungnya.

JP Radar Kediri – Membentak dan memarahi anak bukanlah perbuatan yang dihalalkan dalam Islam. 

Terlebih lagi menyiksa anak secara fisik, tentu perbuatan tak senonoh tersebut dilarang keras, apapun kondisinya.

Anak merupakan anugerah besar yang dititipkan Allah SWT. kepada orang tua. Anak menjadi penyejuk mata dan hati, serta menjadi perhiasan bagi orang tuanya.

Namun, anak juga dapat menjadi ujian dan cobaan bagi orang tuanya. Terkait anugerah sekaligus cobaan pada anak, Allah swt pernah berfirman dalam Al-Kahfi ayat 46:

   الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ      

Artinya, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan,” (QS. Al-Kahfi [18]: 46).

Ulah biadab seorang ibu di Kota Medan viral di media sosial. Dalam rekaman video yang tersebar luas, seorang ibu di Kecamatan Medan Sunggal tampak tega menganiaya anak kandungnya.

Akibat penganiayaan, korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SD babak belur. Penganiayaan ini terungkap setelah guru sekolah melihat adanya bekas luka di tubuh korban.

Baca Juga: Al Ghazali Resmi Lamar Alyssa Daguise Setelah Putus Sambung, Maia Estianty Jelaskan Alasannya

Sementara itu, pelaku yakni Ibu korban menyesal dan meminta maaf atas perbuatannya itu. Dirinya juga mengaku khilaf telah menganiaya buah hatinya.  

"Saya minta maaf kepada semua orang dan anak saya. Saya khilaf," kata DTN saat ditanyai Kepala Polrestabes Medan Kombes Teddy Marbun di Satreskrim Polrestabes. 

Teddy Marbun juga memberi nasihat kepada pelaku untuk tidak melampiaskan kemarahan saat menghadapi persoalan kepada anak-anak.

Mengontrol emosi dan tetap berpikir tenang menjadi poin penting agar tidak memperburuk situasi.

Pada kehidupan manusia tidak luput dari berbagai macam fenomena di antaranya seperti cobaan bagi orang tua ialah ekonomi keluarga yang ombaknya pasang surut. 

Baca Juga: Bernadya Speak Up setelah Jadi Korban Komentar Netizen, Ada Apa?

Sebagai orang tua jelas meiliki kewajiban untuk memberi nafkah kepada keluarga juga anak-anaknya.

Di sisi lain anak-anak belum begitu mengerti sesuatu yang sebenarnya mereka butuhkan dengan sesuatu yang mereka inginkan. Dalam hal ini tentunya orang tua lebih mengerti bagaimana memposisikan dirinya ketika menghadapi keinginan anak. 

Dalam Islam, kebolehan memukul anak adalah hanya ketika memerintahkan mereka untuk shalat di saat umur 10 tahun, itu pun dengan pukulan yang sangat amat ringan sehingga tidak membuat sakit apalagi luka (dharb ghair mubarrah).


Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ibu aniaya anak di medan #medsos banten #pandangan islam #ibu aniaya anak #penganiayaan #Viral media sosial