Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Apa Itu Susu Ikan? Digadang Menjadi Pengganti Susu Sapi di Program Makan Gratis Prabowo-Gibran

Shinta Nurma Ababil • Rabu, 11 September 2024 | 22:03 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri – Istilah susu ikan kini menjadi perbincangan hangat masyarakat.

Selain terdengar asing di telinga, susu ikan digadang-gadang akan menjadi pengganti susu sapi dalam program makan bergizi gratis yang diusung pemerintahan terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Lantas, hal ini menimbulkan pertanyaan, sebenarnya apa itu susu ikan?

Codex Alimentarius Commissions yang dibentuk oleh FAO dan WHO mendefinisikan susu sebagai cairan yang keluar dari hewan mamalia yang diperoleh dari pemerahan tanpa penambahan bahan lainnya.

Sedangkan dilansir dari laman Kementerian KKP, susu ikan ini merupakan produk inovasi yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Koperasi UKM (Kemenkop UKM) dan telah diluncurkan pada Agustus 2023 lalu.

Susu ikan pada dasarnya bukan susu dalam arti konvelsional. Susu ikan ini dibuat dengan proses ekstraksi protein dari daging ikan untuk menghasilkan konsentrat protein.

Konsenstrat ini nantinya dicampur dengan berbagai bahan lain untuk menciptakan tekstur dan rasa yang mirip dengan susu.

Bahan baku dari susu ikan adalah ikan, hidrolisat protein ikan, umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi.

Setelah diproses sedemikian rupa menggunakan teknologi modern, ikan akan menghasilkan hidrolisat protein ikan (HPI) sebagai bahan baku susu ikan.

Proses pembuatan susu ikan ini membutuhkan waktu yang relatif singkat, tergantung pada jenis ikan yang digunakan dan teknologi pengolahan.

Jenis ikan yang sering digunakan adalah ikan pelagis yang kaya akan protein dan omega-3. Seperti ikan tongkol dan ikan tuna.

Proses hidrolisis protein ikan ini melibatkan pemecahan protein menjadi bentuk yang lebih mudah diserap oleh tubuh.

Menurut KKP susu ikan mengandung Eicosapentaenoic Acid (EPA), Docosahexaenoic Acid (DHA), dan Omega-3 yang sangat penting bagi perkembangan otak dan kesehatan kardiovaskular.

Susu ikan juga bebas alergen dan mudah dicerna tubuh karena memiliki tingkat protein mencapai 96 persen.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang secara menyeluruh mengenai keamanan konsumsi susu ikan dalam jangka panjang.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #susu ikan #Prabowo Gibran #program #jawa pos