Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Curhatan Fanny Soegi, Eks Vokalis Soegi Bornean tentang Royalti Lagu Asmaralibrasi di Media Sosial X

Shinta Nurma Ababil • Selasa, 10 September 2024 | 19:47 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri – Penyanyi Fanny Soegi belakangan ini menjadi perhatian publik lantaran mengungkapkan sisi gelap dari band yang sempat melambungkan namanya tersebut.

Seperti diketahui, Fanny Soegi adalah salah satu pendiri Soegi Bornean yang dibentuk pada 2019 bersama Aditya Ilyas dan Bagas Prasetyo.

Mereka sukses meluncurkan beberapa single hits seperti Saturnus dan Asmalibrasi.

Namun, pada Maret 2024, Fanny memutuskan mundur dari band dan memilih untuk berkarier solo.

Melalui akun media sosial X miliknya, Fanny mengungkapkan sejumlah permasalahan. Mulai dari royalti lagu Asmalibrasi, hingga  alasan di balik keputusannya meninggalkan band.

Fanny Soegi memulai spill-nya dengan mengungkap masalah royalti lagu Asmalibrasi, salah satu lagu hits terbesar dari Soegi Bornean.

Menurutnya, meskipun lagu tersebut sukses besar, royalti yang seharusnya menjadi haknya tidak diterima secara adil.

Selain Fanny, lagu Asmalibrasi juga turut diciptakan oleh Dhimas Tirta. Fanny mengungkapkan, Dhimas sebagai salah satu penciptanya sampai kesulitan finansial.

"Bayangin aja, lagu Asma ini yang kalian dengar di mana-mana, penciptanya sampai pinjam uang buat bayar sekolah anaknya," tulis Fanny dalam curhatannya dengan akun @fannysoegi, Minggu (8/9).

Menurut Fanny, nominal royalti lagu ini tidak main-main. Lebih dari Rp 0,5 miliar. Tapi, sang pencipta justru tidak mendapat porsi lebih besar.

Fanny juga mengungkap kalau orang-orang yang tidak berhak itu bisa hidup mewah. Bisa beli dua mobil sekaligus dan foya-foya. Sementara, Dhimas, rekannya masih tinggal ngontrak di Jogjakarta dengan atap rumah yang bocor.

"Bukan nominal yang aku garis bawahi, tapi nurani kalian. Band-bandan kok serakah, gak keren blas," tambahnya.

Selain masalah royalti, Fanny juga mengungkapkan perihal hak nama.

Salah satu hal yang membuatnya kecewa adalah ketika dihadapkan dengan tuntutan untuk membayar hak atas namanya sendiri, "Soegi," jika dia ingin keluar dari band tersebut.

Dia bahkan harus berurusan dengan pihak yang mengelola Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) saat ingin menggunakan namanya sendiri untuk karier solonya.

“Aku masih ingat banget ketika aku mau keluar dari band itu dan dihadapkan orang-orang HAKI, aku diharuskan membayar namaku sendiri yakni “Soegi” kalau aku keluar dengan entitas yang baru. Ada rekamannya lagi,” jelas Fanny Soegi.

Fanny juga menyinggung tentang penggunaan namanya yang hingga kini masih dipakai oleh Soegi Bornean.

“Justru sekarang kalian yang masih nge-band & banting harga jauh di bawahku dan masih pakai namaku. Aku masih baik, masih aku diemin,” singgung Fanny Soegi.

Menanggapi spill Fanny di media sosial, Soegi Bornean akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun Instagram mereka @soegiborneanmusik.

Dalam pernyataannya, band tersebut membantah tuduhan Fanny dan menegaskan bahwa pembagian royalti telah dibicarakan sesuai dengan kesepakatan bersama.

Mereka menyatakan bahwa Fanny selalu terlibat dalam keputusan pembagian royalti dan mereka siap melakukan rekonsiliasi jika diperlukan, dengan bantuan ahli untuk meninjau kembali pembagian royalti tersebut.

Terkait penampilan panggung yang dilakukan Fanny tujuh hari setelah ibunya meninggal, Soegi Bornean menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan keputusan bersama.

Band bahkan sempat mencoba mencari vokalis pengganti dan bersedia tampil tanpa dibayar, namun akhirnya Fanny sendiri yang menyetujui untuk tampil.

Menanggapi klarifikasi yang diberikan oleh Soegi Bornean, Fanny memberikan balasan singkat di kolom komentar unggahan Instagram band tersebut dengan tulisan "Kalian percaya?"

Dari komentar tersebut banyak dari warganet yang membela Fanny atas ketidakadilan yang didapatkannya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #fanny soegi #treding #saturnus #asmalibrasi #soegi bornean #jawa pos #royalti