JP Radar Kediri - Istilah tone deaf saat ini ramai berseliweran di media sosial. Hal ini tak lepas dari situasi politik Tanah Air yang belum stabil.
Istilah-istilah semacam ini sering kali berkembang dan populer di tengah masyarakat. Tak jarang, arti yang dimaksud berbeda dengan arti kata sesungguhnya.
Tone deaf ini sering kali disematkan untuk orang atau pihak-pihak tertentu.
Lantas, apa itu tone deaf dan siapa orang yang disebut tone deaf??
Kata tone deaf jika diterjemahkan memiliki arti buta nada. Buta nada ini berarti tidak dapat membedakan nada musik ketika memproduksi atau mendengar sebuah lagu
Baca Juga: Viral di X! Erina Gudono, Menantu Presiden Jokowi Disamakan dengan Marie Antoinette, Siapa Dia?
Namun dalam arti lain, tone deaf ini diartikan sebagai orang yang tidak bisa memahami perasaan orang lain tentang suatu hal.
Makna ini terkait dengan perilaku sosial. Dalam istilah modern, tone deaf berarti tidak berperasaan, ceroboh, bahkan kejam.
Penyandang istilah ini dinilai tidak memiliki kepekaan atau kurang persepsi. Terutama dalam hal sentimen, opini atau selera publik. Bisa dibilang orang tone deaf disebut juga sebagai tidak memiliki empati
Orang tone deaf bisanya menutup diri untuk orang di sekitarnya. Mereka tak peduli dengan orang lain. Bahkan tak mau tahu apakah ada perasaan yang disakiti atau tidak. Makna inilah yang dimaksud warganet di media sosial.
Baca Juga: Deretan Pesohor Tanah Air yang Posting “Peringatan Darurat” Garuda Biru di Media Sosial
Istilah ini diperuntukkan untuk kelompok masyarakat yang dilimpahi kemewahan (privilege) beropini terhadap isu sosial. Tapi menunjukkan ketidak-pekaan terhadap kondisi rakyat kecil, mereka akan disebut tone deaf.
Namun, tone deaf tidak selalu merujuk pada orang yang berkelimpahan.
Siapa pun yang melakukan tindakan atau melontarkan opini bernada tidak simpati terhadap orang lain, masuk dalam kategori tone deaf.
Hanya saja, sikap tidak simpati memang lebih sering ditunjukkan oleh kelompok orang kaya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah