JP Radar Kediri – Munculnya ketombe bisa membuat kulit kepala menjadi gatal. Tak hanya karena itu, gatal pada kulit kepala juga bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Beberapa kebiasaan tertentu dapat menyebabkan gatal pada rambut, sehingga mengganggu kenyamanan dan kesehatan kulit kepala.
Berikut media ini merangkum, 6 kebiasaan yang dapat menyebabkan gatal pada kulit kepala:
1. Terlalu Sering Keramas
Segala sesuatu yang berlebihan nyatanya memang tidaklah baik. Termasuk dalam merawat rambut. Ternyata, terlalu sering keramas dapat menyebabkan kulit kepala gatal.
Hal itu karena, saat kamu mencuci rambut terlalu sering, minyak alami untuk menjaga kelembapan kulit kepala dapat hilang. Akibatnya, kulit kepala terlalu kering dan menyebabkan gatal dan iritasi.
2. Jarang Keramas
Meskipun terlalu sering keramas tidak baik untuk kulit kepala, bukan berarti kamu bisa abai untuk mencuci rambutmu. Sebaiknya keramas dilakukan minimal 2-3 kali dalam seminggu.
Jika kamu tidak mencuci rambut secara teratur, maka dapat menyebabkan penumpukan minyak, kotoran, dan sel kulit mati di kulit kepala. Penumpukan ini bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan iritasi serta rasa gatal. Kulit kepala yang kotor juga menjadi tempat yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.
3. Penggunaan Produk Rambut yang Tidak Sesuai
Menggunakan shampo, kondisioner, atau produk perawatan rambut lainnya yang tidak cocok dengan jenis kulit kepalamu bisa menyebabkan iritasi.
Beberapa produk mungkin mengandung bahan kimia keras atau pewangi yang bisa memicu reaksi alergi. Penggunaan produk yang tidak cocok dapat mengganggu keseimbangan pH kulit kepala, menyebabkan kekeringan, kemerahan, dan gatal.
4. Menggaruk kulit kepala
Jika kepala terasa gatal sebaiknya jangan menggaruk kulit kepala berlebihan. Hal ini menyebabkan iritasi dan luka kecil pada kulit. Luka ini bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri, yang dapat menyebabkan infeksi. Infeksi ini bisa memperburuk rasa gatal dan menyebabkan peradangan. Selain itu, menggaruk juga bisa mengiritasi folikel rambut, menyebabkan rambut rontok.
5. Kebiasaan menggunakan topi atau helm yang kotor
Memakai topi, helm, atau aksesori kepala lainnya yang kotor atau jarang dibersihkan dapat menyebabkan penumpukan kotoran, minyak, dan keringat di kulit kepala. Kulit yang lembap dan kotor ini dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur, yang dapat menyebabkan infeksi dan rasa gatal pada kulit kepala.
6. Tidur dengan rambut basah
Tidur dengan rambut basah dapat menciptakan kulit yang lembap untuk pertumbuhan jamur dan bakteri. Kulit kepala yang lembap dan hangat merupakan tempat yang sempurna bagi mikroorganisme ini untuk berkembang, yang dapat menyebabkan infeksi dan rasa gatal. Selain itu, rambut basah yang ditekan saat tidur juga bisa menyebabkan kerusakan pada rambut dan kulit kepala.
7. Paparan polusi dan kotoran
Sering terpapar polusi udara, debu, atau kotoran tanpa melindungi rambut dan kulit kepala bisa menyebabkan penumpukan partikel-partikel berbahaya. Polusi dan kotoran ini dapat menyumbat pori-pori kulit kepala, menyebabkan iritasi, peradangan, dan gatal. Paparan jangka panjang terhadap polusi juga dapat melemahkan kulit kepala, membuatnya lebih rentan terhadap masalah kulit lainnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah