Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Review Sekawan Limo: Film dengan Genre Horor Komedi yang Tembus Jutaan Penonton di Bioskop

Redaksi Radar Kediri • Senin, 15 Juli 2024 | 18:25 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri – Disutradarai langsung oleh Bayu Skak, Sekawan Limo menjadi film yang sangat dinantikan rilisnya di bioskop.

Berbeda dengan film-film garapan Bayu Skak sebelumnya, film ini mengangkat genre horor komedi.

Sekawan Limo pertama kali rilis di bisokop pada 4 Juli 2024. Bercerita tentang para pendaki yang tersesat di gunung Madyopuro karena melanggar mitos yang diyakini oleh masyarakat setempat.

Film ini menyajikan berbagai kejanggalan dan ketegangan karena adanya makhluk halus yang mengintai setiap langkah para pendaki.

Kini, Sekawan Limo telah menarik 1.500.000 lebih penonton pada hari ke 11 penayangan.

Film "Sekawan Limo" berhasil menggabungkan unsur horor dan komedi dengan baik, memberikan pengalaman menonton yang seru dan menghibur dari awal sampai akhir.

Film ini menyajikan dialog-dialog yang kocak dan penuh candaan segar, membuat penonton terpingkal-pingkal karena celetukan para karakter yang sangat pas.

Beberapa adegan komedi mungkin terasa berlebihan, tetapi secara keseluruhan, humor dalam film ini dinilai lebih natural dan tidak terkesan dipaksakan.

Sekawan Limo menceritakan kisah tiga podcaster bernama Bagas, Dyny, dan Deri yang berbagi pengalaman mistis mereka saat mendaki Gunung Madyopuro.

Perjalanan yang awalnya menyenangkan berubah menjadi mencekam ketika tanpa sadar mereka menarik perhatian entitas gaib.

Selama pendakian, penjaga pos memperingatkan tentang mitos yang mengatakan bahwa kelompok pendaki harus berjumlah genap dan dilarang menoleh ke belakang agar tidak diikuti oleh makhluk halus.

Saat mereka membahas mitos ini dalam rekaman podcast, akhirnya terungkap bahwa hantu penunggu Gunung Madyopuro mengikuti mereka, menyebabkan kekacauan selama rekaman berlangsung.

Dalam trailer film ini menunjukkan ibu dari Bagas telah mengingatkan bahwa akan masuknya bulan Muharram atau dalam jawa disebut "sasi suro".

Konon katanya malam akan menuju bulan Muharam tidak boleh berpergian jauh seperti mendaki gunung dan mengadakan hajatan karena larangan keluar rumah pada malam 1 Suro diyakini karena pada malam itu, makhluk halus dan roh leluhur dikatakan berkeliaran di bumi.

Kepercayaan ini menyebut bahwa malam 1 Suro adalah waktu bagi makhluk halus untuk "berkeliling", sehingga dianjurkan untuk tetap berada di dalam rumah.

Sutradara sekaligus pemeran dalam film ini yaitu Bayu Skak sebagai Bagas mengatakan bahwa ide muncul karena sering kali dengerin podcast yang mana podcast nomer 1 yang horor selalu saja tentang pendakian gunung, dari situ muncul ide yang ditarik untuk dijadikan film.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #review film #Sekawan Limo tembus 1 juta penonton #pendakian gunung #film horor #Sekawan Limo #bayu skak #film komedi #jawa pos #film indonesia