JP Radar Kediri - Dalam dunia romansa, rayuan manis dan pujian yang berlebihan terkadang justru mengandung taktik manipulatuif loh.
Hal ini biasa disebut dengan love bombing, ciri-cirinya bisa berupa terlalu banyak memberikan cinta, perhatian, dan pujian berlebihan sejak awal hubungan.
Sejak awal, seseorang yang memiliki sikap love bombing akan membanjiri pasangan dengan cinta yang luar biasa, seperti menghabiskan banyak waktu bersama, memberikan hadiah dalam jumlah besar, atau mengucapkan kata-kata cinta yang berlebihan.
Hal ini membuat korban merasa istimewa dan dicintai tidak seperti sebelumnya. Namun, di balik tirai manis ini ternyata terdapat motif yang lebih gelap.
Para pelaku love bombing memang kerap menggunakan taktik ini untuk menciptakan ketergantungan emosional pada pasangannya.
Mereka dapat memanipulasi dan mengontrol pasangannya dengan menahan cinta dan perhatian yang berlebihan atau mengancam akan menariknya jika korban tidak menuruti keinginannya.
Ledakan cinta sering kali merupakan tanda pertama dari pola perilaku yang lebih besar dalam hubungan yang tidak sehat dan beracun.
Setelah tahap pembom cinta selesai, pelaku bom cinta bisa menjadi posesif, cemburu, dan suka mengontrol.
Mereka mungkin mencoba mengisolasi pasangannya dari keluarga dan teman, atau melakukan kekerasan secara emosional atau fisik. Penting untuk mengenali tanda-tanda ledakan cinta sejak dini.
Jika seseorang memberi kamu perhatian yang tidak semestinya, hampir tidak pantas, terutama jika kamu sudah lama tidak saling mengenal, itu bisa menjadi tanda bahaya.
Hubungan yang sehat didasarkan pada waktu, kepercayaan, dan komitmen sejati, bukan pujian berlebihan atau keintiman yang dipaksakan.
Jika kamu merasa menjadi korban bom cinta, carilah dukungan dari keluarga atau teman-teman terpercayamu. Jika situasinya memburuk atau menjadi kasar, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional.
Ingat ya, kamu berhak mendapatkan cinta yang sehat dan penuh hormat, bukan manipulasi emosional yang berbahaya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah