JP Radar Kediri – Tak sedikit anak-anak pernah mengalami tantrum. Kondisi di mana anak marah dan mengamuk, beberapa bahkan disertai dengan teriakan, melempar benda, hingga guling-guling di lantai.
Nah, jika anak mengalami hal tersebut, sebaiknya orang tua jangan panik. Alih-alih memarahinya agar segera diam. Ternyata ada beberapa cara yang lebih tepat.
Berikut media ini merangkum 8 tips yang bisa dilakukan saat anak tantrum:
1. Biarkan anak marah
Anak yang sedang tantrum perlu melampiaskan amarahnya. Selama tidak melakukan hal yang berbahaya bagi dirinya, orang tua bisa membiarkan anak untuk marah sampai merasa lega.
Berikan ruang pada anak untuk meluapkan emosinya. Namun, bukan berarti orang tua langsung ‘lepas tangan’ begitu saja. Orang tua tetap harus mengawasi.
Dengan cara ini, anak akan belajar melampiaskan amarah dengan benar. Alhasil, ketika sudah beranjak dewasa, anak diharapkan mampu untuk mengendalikan dirinya dengan baik tanpa cekcok dengan orang tua.
2. Orang tua perlu menahan diri untuk berteriak
Anak-anak adalah peniru yang ulung. Oleh sebab itu, jika orang tua berteriak atau marah saat anak sedang tantrum, maka biasanya anak akan ikut teriak untuk menirunya.
Berteriak juga dilakukan anak agar bisa mejalin komunikasi dengan volume yang setara saat orang tua berteriak. Tentu saja bukannya memperbaiki keadaan, hal ini akan membuat tantrum anak semakin menjadi.
3. Mengatasi perilaku agresif anak
Terkadang, anak yang sedang tantrum dapat melakukan beberapa tindakan agresif. Seperti memukul, melempar barang, hingga menendang sesuatu. Jika hal ini terjadi maka orang tua harus mengatasi perilaku ini dengan segera.
Hal yang perlu dilakukan adalah memberitahu apa yang dilakukan adalah hal yang tidak baik. Tindakan itu bisa melukai orang lain dan merusak. Tentu dalam penyampaiannya perlu menggunakan cara yang lembut dan mudah dimengerti oleh anak.
4. Bantu anak melakukan hal yang tak bisa dilakukan
Tantrum pada anak dapat disebabkan oleh hal-hal yang sederhana. Misalnya saat anak hendak mengenakan sepatu tapi gagal.
Jika hal tersebut memang penyebabnya, orang tua bisa menanyakan dengan lembut mengapa anak marah. Setelah itu, orang tua bisa membantu masalah yang dihadapi oleh anak
5. Tunjukkan empati
Pada saat sedang tantrum, orang tua tak boleh mengekang seperti mencubit atau memukul. Tunjukkan empati kepada anak dengan perhatian terhadap apa yang sedang dirasakannya. Cobalah untuk memberikan pelukan hangat dan kata-kata menenangkan.
Ciptakan suasana positif dan berikan pengertian yang benar. Empati yang kita tunjukkan pada anak bisa membuat mereka lebih tenang.
6. Jangan menuruti semua kemauan anak
Biasanya anak tantrum karena keinginannya tidak dipenuhi. Jika mengalami keadaan ini, sebaiknya jangan membiasakan diri untuk selalu menuruti keinginan anak agar tantrumnya berhenti.
Hal ini dapat menjadikan anak terbiasa untu bersikap emosional saat keinginannya tidak terwujud. Akhirnya anak akan lebih mudah tantrum di kemudian hari.
7. Alihkan perhatian anak
Cara lain yang bisa dicoba adalah mengalihkan perhatian anak. Biasanya anak kecil mudah untuk melupakan sesuatu dan tertarik dengan hal yang baru. Misalnya berikan dia mainan yang lain atau berikan camilan kesukaannya.
8. Reward and punishment
Sistem reward dan punishment dapat menjadi cara untuk mengatasi anak yang tantrum. Buat perjanjian dengan anak jika dapat mengurangi frekuensi tantrum berikan pujian atau hadiah kecil.
Sebaliknya, jika anak nakal atau tantrum berikan hukuman seperti mengurangi uang jajan dan waktu bermainnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah