Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tak Perlu Bersedih! Berikut Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadan Menurut Ustadzah Oki Setiana Dewi

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 25 Maret 2024 | 19:27 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Pada dasarnya ketika bulan Ramadan, banyak perempuan muslim yang menginginkan bisa berpuasa selama satu bulan penuh. Namun, hal itu sering kali tidak bisa terpenuhi karena harus mengalami haid setiap bulannya.

Meski begitu, kamu tak perlu bersedih. Karena meskipun tidak menjalankan puasa Ramadhan, Wanita haid tetap bisa melakukan beberapa amalan di bulan ramadhan yang juga terdapat pahala melimpah di dalamnya. 

Berikut amalan yang bisa dilakukan wanita haid di bulan Ramadan menurut ustadzah Oki di channel YouTube Oki Setiana Dewi:

 1. Membaca Alquran

Membaca Alquran pada dasarnya menjadi suatu ibadah yang menghasilkan pahala yang berlimpah, apalagi di bulan puasa. Pasalnya pada bulan puasa, segala amal perbuatan baik akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Namun, bolehkah membaca Alquran ketika sedang haid? Jawabannya adalah boleh. Namun dengan catatan tidak boleh memegang mushaf secara langsung.

Kalian bisa menggunakan sarung tangan atau bisa dengan membaca Alquran terjemah atau yang ada tafsirnya. Dan untuk penghafal Alquran, kalian bisa murojaah hafalan kalian meski sedang haid.

Bahkan ada hadis sahih dari ‘Aisyah yang mengisyaratkan bahwa orang yang berhadas besar boleh membaca Alquran, bunyinya: “adalah Rasulullah SAW menyebut nama Allah dalam segala hal.” (HR. Muslim).

2. Zikir

Ketika sedang haid, salah satu ibadah yang bisa dilakukan adalah berzikir sebanyak-banyaknya. Zikir memiliki arti mengingat.

Sehingga dengan mengingat Allah dan kebesaran-Nya justru akan membuat kita mendapat ketenangan jiwa dan memperbanyak pahala. Jenis-jenis zikir pun ada banyak seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil dan lainnya sebagai amalan ketika haid yang memberi keberkahan.

Para fuqaha (ahli fiqih) sepakat bahwa tiga poin ibadah, yaitu istighfar, zikir, dan doa tidak disyaratkan yang melakukannya harus dalam keadaan suci dari hadas baik hadas besar maupun hadas kecil.

3. Istighfar dan Berdoa

Haid tidak menjadikan halangan bagi perempuan untuk terus mengamalkan istighfar dan berdoa. Istighfar merupakan serangkaian amalan yang juga mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

Selain untuk mengingat kesalahan dan memohon ampun kepada Allah SWT, istighfar juga dapat memperlancar rezeki. Istighfar memiliki keuntungan yang sangat banyak sekali. Dengan istigfar segala sesuatu yang diminta akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Nuh ayat 10-12, yang artinya sebagai berikut, ”Maka Aku berkata kepada mereka, 'Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu”.

4. Menuntut Ilmu atau Membaca Buku

Perempuan haid diperbolehkan mendatangi kajian-kajian keagamaan. Baik untuk mendengarkan tausiyah, menuntut ilmu, atau sekedar membaca buku.

Selain menambah ilmu pengetahuan dan wawasan, menuntut ilmu juga akan menjadi amalan ketika haid yang dapat mendatangkan pahala. Imam Muslim mencatat hadis tentang keutamaan orang yang sedang mencari ilmu, yakni:

“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah SWT menunjukkan jalan menuju surga baginya,” (HR. Muslim). Jangan jadi orang yang malas. Banyak ibadah yang masih bisa kita lakukan selain puasa dan salat.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #amalan wanita haid #jawapos #Di Bulan Ramadan