Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kiky Saputri Alami Keguguran akibat Kista Ovarium, Berikut Penyebab dan Gejalanya

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 19 Maret 2024 | 23:27 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Komika Kiky Saputri tengah diliputi kesedihan akibat harus kehilangan calon buah hati pertamanya di usia kehamilan yang memasuki 2 setengah bulan. Kiky dan sang suami M. Khairi merasakan kesedihan yang amat dalam. Pasalnya mereka sangat menanti hadirnya buah hati mereka.

Pasangan yang menikah pada 28 Januari 2023 tersebut harus kehilangan calon buah hati pertama akibat mengalami keguguran. Hal ini disebabkan karena adanya kista ovarium dalam tubuhnya.

Kiky Saputri pun sudah mengetahui adanya kista itu sejak setahun lalu.
Pada dasarnya Kiky Saputri sudah berencana untuk membersihkan kista tersebut sepulang liburan dari London.

Namun, berita bahagia lebih dulu datang, bahwa ia sedang hamil. Akibat musibah ini Kiki dan Khairi sempat down, merasa tertekan, bertengkar, hingga merasa bersalah akibat keguguran yang dialami sang istri.

Sebenarnya apa sih kista ovarium itu?
dr. Keven Tali, SpOG dalam Channel YouTube-nya Dokter Keven menjelaskan bahwa Kista merupakan sebuah rongga yang isinya pada umumnya adalah cairan atau nanah. Sedangkan Kista ovarium adalah kista yang berada di indung telur atau ovarium.

Pada dasarnya indung telur memiliki ukuran normal 2-3 cm. Pada saat dia berubah menjadi kista, terdapat satu rongga bulat yang berisi cairan. Itu biasanya bisa bertambah besar sesuai dengan penyebabnya. Ukuran kista yang membesar pun bisa mencapai puluhan cm.

Penyebab kista pada umumnya dikarenakan hormon dan bisa juga karena faktor bawaan atau genetik. Secara umum terdapat kista normal dan tidak normal di indung telur.

Kista normal pada umumnya mengikuti siklus haid. Kista yang normal itu akan menghilang ketika sedang mengalami menstruasi.

Adapun kista tidak normal itu kista yang masih ada setelah menstruasi. Biasanya terjadi perubahan ukuran menjadi tambah besar. Perubahan cepat kista menjadi besar itu lebih tinggi berpotensi menjadi ganas atau kanker.

Gejalanya kista yang biasa terjadi adalah kram atau sakit perut bagian bawah. Hal ini bisa karena kista pecah. Sehingga menyebabkan nyeri perut yang hebat.

Biasanya gejalanya juga dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur. Adapun cara mengatasinya adalah dengan di USG secara teratur dan konsultasi kepada dokter kandungan.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #kiki saputri #jawapos #keguguran