Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Masjid Al Alawi Banjarmlati Sudah Ada Sejak Abad ke-17, Lebih Tua dari Ponpes Lirboyo Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 14 Maret 2024 | 21:48 WIB
Masjid Al Alawi Banjarmlati
Masjid Al Alawi Banjarmlati

KEDIRI, JP Radar Kediri - Berdiri sejak abad ke-17, Masjid Al Alawi terletak di Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Masjid ini didirikan oleh seorang kiai bernama Ali Ma'lum. Kiai Ali merupakan putra dari Kiai Ambiya' yang berasal dari Kalangbret, Tulungagung.

Menurut Husein Al Alawi yang merupakan generasi ketujuh pengurus Masjid Al Alawi, konon ceritanya Kiai Ali Ma'lum ditugaskan oleh Kiai Ambiya' untuk mencari suatu daerah guna misi penyebaran agama Islam. Namun Kiai Ambiya' memberi syarat daerah tersebut harus memiliki tanah yang beraroma wangi.

Hingga akhirnya setelah menyusuri Sungai Brantas, Kiai Ma'lum menemukan tanah yang berbau melati. Daerah itu kemudian dikenal sebagai Banjarmlati.

 Baca Juga: Apakah Menyikat Gigi Dapat Membatalkan Puasa Ramadan? Begini Penjelasan Buya Yahya

Masjid Al Alawi telah berulang kali mengalami pemugaran atau renovasi. Terakhir renovasi dilakukan tahun 2006 silam. Meskipun banyak mengalami perubahan, beberapa struktur bangunan tetap dipertahakan untuk menjaga orisinalitasnya.

"Bagian orisinil yang masih dipertahankan yakni bagian dalam masjid, struktur tetap seperti awal," ungkap anak bungsu dari lima bersaudara ini.

Salah satu yang masih dijaga adalah ukiran yang berada di bagian dalam atap limas masjid. Ukiran ini berbentuk seperti sarang lebah.

Dari strukturnya, Masjid Al Alawi memiliki total empat tiang utama dan delapan tiang penyangga. Pintu masjid juga terbuat dari kayu yang diukir sehingga menambah kesan kuno masjid. Kini Masjid ini bisa menampung kurang lebih 1000 jamaah.

 Baca Juga: Mudah! Berikut Resep Menu Takjil Berbuka Puasa Ramadan yang Bisa Kamu Coba Buat di Rumah

Masjid ini juga sekaligus jadi pionir berdirinya beberapa pondok besar yang ada di Kediri. Nama besar Kiai Ambiya’ juga diteruskan oleh generasi berikutnya.

Kiai Sholeh yang merupakan generasi keempat telah melahirkan tokoh-tokoh pendiri pondok pesantren di Kediri. Seperti Pondok Pesantren Lirboyo, Jampes, Kedunglo dan Batokan.

Sejak dulu Masjid Al Alawi dikenal sebagai tempat i'tikaf maupun ibadah untuk mencari kekhusyukan. Karena itulah sangat dianjurkan agar tidak membuat bising di sekitar masjid. Termasuk larangan untuk membunyikan alat musik rebana dan sejenisnya.

“Menurut cerita orang-orang dulu di sini itu nggak boleh dibuat rebanan (bermain rebana, red). Kalau diadakan rebana pasti ada bala (petaka, Red),” terang pria berusia 28 tahun tersebut.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ramadhan #budaya #masjid tua #islam #masjid #sejarah