JP Radar Kediri - Salat tarawih merupakan salah satu ibadah sunah yang dijalani umat Islam secara rutin setiap malam di bulan ramadhan. Selain mendatangkan pahala, menjalankan salat tarawih juga mendatangkan banyak manfaat bagi kesehatan.
Banyaknya manfaat salat tarawih pada dasarnya berasal dari gerakan salat yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani. Ditambah rakaatnya yang banyak, salat tarawih bagaikan olahraga yang baik untuk tubuh.
Berikut beberapa manfaat salat tarawih bagi kesehatan:
1. Memperbaiki fungsi otak
Salat tarawih cukup memberikan dampak yang signifikan dalam memperbaiki fungsi otak, karena banyaknya jumlah rakaat sehingga banyak melakukan gerakan sujud.
Gerakan sujud pada dasarnya dapat menaikkan sirkulasi darah dan oksigen ke otak. Hal ini berdampak baik dalam meningkatkan konsentrasi dan fungsi otak hingga dapat bekerja lebih optimal.
2. Meningkatkan stamina dan imunitas tubuh
Seperti melakukan olahraga, banyaknya gerakan salat juga diibaratkan demikian. Olahraga dapat memicu peredaran darah dan oksigen dalam tubuh menjadi lancar serta meningkatkan kesehatan jantung. Sehingga, melakukan salat tarawih baik untuk tubuh yang menjadikan lebih bugar dan tidak mudah sakit.
Sama seperti olahraga, gerakan berulang-ulang saat salat tarawih juga dapat memperlancar peredaran darah dan oksigen ke seluruh tubuh serta meningkatkan kerja jantung. Alhasil, tubuh jadi lebih bugar dan gak gampang sakit.
3. Menyehatkan jantung
Siapa sangka, ternyata ibadah salat tarawih dapat meningkatkan kesehatan jantung. Bahkan ketika kamu melakukan tarawih, dampaknya hampir sama dengan seseorang yang melakukan olahraga kardio yang bertujuan untuk menjaga kesehatan jantung.
Saat melakukan gerakan salat tarawih secara rutin, tubuh akan menjaga keseimbangan detak jantung kamu dan membuat kamu merasa lebih nyaman.
4. Menyehatkan persendian
Dengan banyaknya jumlah rakaat salat tarawih, tidak menutup kemungkinan melibatkan pergerakan sendi-sendi tubuh. Gerakan salat secara berulang dan teratur akan membantu meningkatkan pelumasan dan kelenturan sendi.
Selama menjalankan salat tarawih, sendi kamu akan terlatih bergerak secara rutin dan teratur. Tentunya hal ini dapat membuat sendi-sendi menjadi lebih sehat.
Selain mencegah osteoporosis, salat tarawih juga bermanfaat untuk menjaga dan meningkatkan kepadatan mineral tulang, terlebih pada lansia dan wanita pascamenopause yang lebih berisiko.
5. Memperbaiki fleksibilitas tubuh pada lansia
Seiring bertambahnya usia, kekuatan dan daya tahan tubuh akan semakin berkurang. Hal ini terjadi lantaran pertambahan usia yang menyebabkan berbagai organ pada tubuh ikut mengalami penuaan dan penurunan kinerja.
Dengan melakukan salat tarawih, tubuh lansia akan terdorong untuk lebih aktif meningkatkan fleksibilitas serta kekuatan otot, sendi, jantung dan tulang. Sehingga, mereka yang telah lanjut usia bisa lebih luwes dalam melakukan berbagai macam aktivitas.
6. Membakar Kalori dan Menurunkan Berat Badan
Banyak orang memiliki kebiasaan berbuka dengan makanan manis secara berlebihan. Padahal kebiasaan seperti ini tidak baik karena dapat meningkatkan kadar gula dalam darah secara drastis.
Salat tarawih membantu mengontrol berat badan dengan membakar kalori dalam tubuh kamu. Selain itu, salat tarawih memiliki fungsi fisiologis yang mirip dengan olahraga. Sehingga, melaksanakan salat tarawih sama dengan membakar sejumlah kalori dalam tubuh dan menurunkan kadar gula darah.
7. Membantu Proses Metabolisme
Setelah buka puasa, kadar glukosa darah biasanya terus meningkat. Lalu setelahnya, insulin akan mencapai tingkat tertingginya setelah satu hingga dua jam.
Waktu ini bertepatan dengan jadwal salat tarawih.
Gerakan salat akan membantu metabolisme tubuh dengan mengedarkan glukosa melalui aliran darah. Selanjutnya, insulin akan mengirimkan sinyal kepada sel tubuh untuk menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi energi.
Editor : Anwar Bahar Basalamah