Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hati-Hati! Berikut 7 Perbuatan Yang Dapat Mengurangi Pahala Puasa Ramadhan Kamu

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 12 Maret 2024 | 22:47 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Pada bulan ramadhan, umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan. Karena pada bulan ini, segala amal baik akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Ibadah puasa tidak hanya bertujuan menahan lapar dan haus saja. Melainkan melatih umat muslim untuk mengendalikan diri dan menahan hawa nafsunya.

Namun, disela ibadah puasa yang menghasilkan banyak pahala, terdapat beberapa perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa.
Berikut 7 perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa:

1. Tidak Menjaga Lisan
Berbohong atau berdusta, menggunjing, dan adu domba adalah perilaku yang dibenci Allah SWT. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadis berikut:

"Berapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapat pahala puasa kecuali hanya lapar dan hausnya saja. Berapa banyak orang yang bangun malam, tidak mendapat pahala kecuali hanya bangun malamnya saja." (HR Bukhari).

Segala pembicaraan dalam omong kosong, bergosip, berbohong, bergunjing, bertengkar, mengutuk, berbicara kasar apalagi sampai menyakiti orang lain memang tidak membatalkan puasa. Namun dapat mengurangi pahalanya.

Jika seseorang sudah terlanjur berdusta, ia akan melakukan kebohongan lain untuk menutupi yang pertama. Karena itu, jika orang berdusta selama ia berpuasa maka ibadah puasanya tidak bernilai apa-apa di sisi Allah SWT.

2. Tidur Berlebihan
Tidur ketika sedang menjalankan puasa merupakan suatu ibadah yang lebih baik ketimbang melakukan perbuatan dosa. Namun, tidur yang berlebihan juga tidak baik bahkan dapat mengurangi pahala puasa.

Selain itu, menghabiskan sepanjang waktu puasa hanya untuk tidur justru bertentangan dengan yang dilakukan Nabi. Kendati berpuasa, lakukanlah hal-hal yang bernilai positif atau rutinitas seperti biasa.

Jangan sampai pada bulan puasa kamu hanya menghabiskan waktu dengan tidur karena alasan lapar ataupun lemas. Padahal banyak sekali amalan-amalan yang bisa dilakukan dengan gancaran berlipat-lipat di bulan ramadhan.

3. Terlalu Sering Berkumur
Berkumur bisa menjadi hal yang dapat mengurangi pahala puasa. Mirip seperti mencicipi masakan atau menyikat gigi. Berkumur ketika sedang melakukan puasa dikhawatirkan menyebabkan adanya air yang mengalir ke tenggorokan.

Meski masuknya air bisa jadi tidak sengaja, puasa bisa saja batal. Saat puasa, mulut memang terasa kering dan beraroma tak segar. Tapi cobalah tahan keinginan untuk berkumur.

4. Tidak Menjaga Mata dari Syahwat
Tidak hanya menahan lapar dan dahaga, puasa juga menahan hasrat ataupun hawa nafsu. Sumber syahwat yang utama ialah pandangan mata.

Apabila mata seseorang jelalatan kepada yang bukan mahramnya, maka ia telah menodai ibadah puasanya. Karena itulah, seorang muslim harus waspada dengan pandangan matanya. Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Pandangan merupakan salah satu anak panah iblis," (HR. Al-Hakim dan Thabrani).
Syahwat dalam konteks ini adalah rasa hasrat atau keinginan yang timbul ketika melihat sesuatu yang menggugah nafsu. Ketika seseorang memandang sesuatu dengan syahwat, pikiran dan perasaannya tertuju pada nafsu yang tidak sejalan dengan nilai-nilai puasa.

5. Tidak Menunaikan Shalat
Tidak menunaikan Shalat memang tidak membatalkan puasa. Namun dapat mengurangi pahala puasa. Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan setiap muslim sama seperti ibadah puasa ramadhan.

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Tidak diterima puasa orang yang tidak mengerjakan shalat." (HR. Ahmad)
Sehingga dalam menjalankan ibadah puasa, seorang muslim diwajibkan untuk menjaga kesucian hati dan menjalankan shalat dengan baik. Dengan menjalankan kedua ibadah ini dengan benar, pahala puasa akan lebih sempurna.

6. Memaki atau Berkata Kasar
Memaki atau berkata kasar dapat merusak atau mengurangi pahala puasa. Saat menjalankan ibadah puasa, umat muslim diwajibkan untuk menjaga ucapan dan perilaku. Hal ini bertujuan agar puasa yang dijalankan dapat mendekatkan diri kepada Allah.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Puasa itu bukanlah sekedar menahan makan dan minum, tapi juga menahan diri dari ucapan dan perbuatan yang sia-sia. Jika ada seseorang yang mengolok-olok atau bertindak kasar pada dirinya, maka katakanlah, ‘Saya sedang berpuasa." (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, sebagai umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, alangkah baiknya berusaha menjauhkan diri dari tindakan yang dapat merusak ibadah tersebut dan melakukan perbuatan baik serta menyebarkan kebaikan kepada sesama.

7. Memutuskan Silaturahim
Silaturahim merupakan salah satu nilai yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Memutuskan silaturahim bukanlah hal yang dapat membatalkan puasa. Namun dapat merusak atau mengurangi pahala puasa yang kita dapatkan.

Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah pernah bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang tidak menyayangi dan tidak disayangi." Silaturahim merupakan bentuk kasih sayang dan saling menyayangi antara sesama muslim.

Puasa memberikan kesempatan bagi kita untuk mengendalikan diri dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Namun, jika malah memutuskan tali silaturahim, kita tidak hanya merugikan orang lain. Tetapi juga merugikan diri sendiri. Sehingga Kita kehilangan kedamaian dan rasa tenteram dalam hidup ini.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ramadhan