Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Luru Sekolah

Mahfud • Minggu, 6 Juli 2025 | 15:00 WIB
Ilustrasi mencari sekolah
Ilustrasi mencari sekolah

Cangik wis dua hari ini ora mlebu kerja. Ora ngrewangi Limbok neng Warung Pinggir Sawah alias Warpisah Tumaritis. Dua hari terakhir mung dihabiskan untuk ngeterne anake. Golek sekolah!

“Kok ya angel tenan golek sekolah zaman sekarang ini,” keluh Cangik, sembari menuntun sepeda pancal jengki warna biru merek RRT.

Di sampingnya, berjalan mendampingi, anaknya si Genduk. Sambil terus memelototi layar telepon genggam.

“Iki lho Mak, aku durung diterima neng sekolahan endi-endi,” ucap si Genduk lirih. Mirip keluhan, ada rasa getun di nada suaranya.

“Ya wis Nduk. Ya awake dewe golek sekolah partikelir wae,” ucap Cangik, berusaha menenteramkan hati anaknya.

Si Genduk tak menjawab. Hanya mengangguk pelan. Nyaris tak terlihat. Menandakan kekecewaannya ora bisa masuk sekolah negeri kayak kanca pleknya. Ada eluh sing menetes dari sudut matanya.

“Ya wis Nduk, ora usah nangis. Pancen wis garise awakmu kudu sekolah neng swasta,” Cangik berusaha ngeneng-ngeneng anake. Yang merasa bahwa sekolah negeri adalah segala-galanya.

“Ya Mak, gak papa,” kata-kata akhirnya  keluar dari mulut si anak. Meskipun dengan nada kecewa yang terasa.

Sejak lulus dari sekolah dasar, si Genduk sebenarnya langsung mengikuti tes mlebu sekolah menengah. Tujuane ya sekolah negeri. Mulai golek PIN, melu simulasi, melu berbagai tahap yang ada. Namun, tidak ada satupun yang nyantol.

Bahkan, ketika mendaftar lewat jalur domisili pun anake Cangik kepental. Omahe pancen cedak. Nanging, kalah ambek tanggane. Embuh kalah merga apane.

Sakjane sempat ada harapan masuk sekolah negeri. Yaitu ketika ada sekolah sing durung penuh. Yang masih kekurangan murid. Nanging, ternyata ya tetep kalah saingan dengan yang lain.

Cangik dan Genduk akhirnya masuk ke halaman satu sekolah. Sing gedunge usang. Sing temboke gripil di sana-sini. Disambut senyum manis penjaga sekolah. Menyilakan Cangik lan anake masuk ke tempat pendaftaran. Ditemui dengan gembira oleh wayang petugas administrasi. Yang gembira menyambut pendaftar pertama di sekolahnya. (mahfud)

Editor : Mahfud
#Gara-Gara #sekolah #Cangik dan Limbuk