Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga Telur Ayam Meroket Tembus Rp 30 Ribu, Diduga Andil Program Makan Bergizi Gratis

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 17 Oktober 2025 | 00:30 WIB
Penjual telur ayam di Pasar Ngadiluwih Kediri.
Penjual telur ayam di Pasar Ngadiluwih Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Harga telur di pasaran kembali meroket. Harganya hampir menyentuh Rp 30 ribu. Salah satu penyebabnya adalah karena terserap program makan bergizi gratis (MBG).

Hal ini diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Drh Tutik Purwaningsih.

Dia mengatakan, bahwa saat ini memang harga telur terbilang tinggi. Pantauan DKPP, harganya sekitar Rp 28 ribu sampai Rp 29 ribu.

“Di beberapa paar harganya sekitar Rp 28-29 ribu. seperti di Pasar Kras, Pare, dan Gringging,” jelas Tutik ditemui di ruangannya kemarin.

Dia mengatakan, kenaikan harga itu diperkirakan beberapa hal. Salah satunya karena adanya penyerapan dari program Presiden Prabowo Subianto.

“Kebutuhan masyarakat cukup tinggi. Salah satunya penyerapan dari program MBG yang menyebabkan stok juga berkurang,” jelas Tutik.

Walau harga relatif tinggi, menurutnya masih aman. Asalkan belum menyentuh angka RP 31 ribu – Rp 32 ribu.

Walau demikian, pihaknya sudah melakukan langkah pencegahan harga yang melambung. Seperti melakukan Gerakan pasar murah.

Dalam bulan ini setidaknya ditargetkan dilakukan seminggu tiga kali. Dan sudah dilaksanakan di enam titik. “Di GPM jualnya di harga Rp 17,5 ribu,” ucapnya.

Nina, salah satu Pedagang di Pasar Ngadiluwih membenarkan bahwa harga telur ayam relatif tinggi. Jika sebelumnya Rp 26 ribu, saat ini mencapai Rp 29 ribu. “Yang omega Rp 30 ribu,” jelas Nina.

Dengan adanya kenaikan harga, masyarakat jadi lebih memilih telur bents. Alias telur cangkang pecah.

Karena harganya yang relative lebih murah. Sekitar Rp 23 ribu. “Bentesnya sehari bisa habis 2 kuintal. Kalau normal di bawahnya itu,” jelasnya.

Serly Lestari, 45, warga Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih mengatakan lebih pilih telur bentes karena harganya lebih miring. “Memilih bentes karena untuk konsumsi sehari dan lebih murah,” terangnya.

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#Mbg #telur ayam #meroket #program #Makan Bergizi Gratis #harga