Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri Yono mengatakan, turunnya harga cabai disebabkan karena melimpahnya stok dari hasil panen di dataran rendah. “Untuk cabai rawit merah cenderung turun karena akhir Oktober ini sudah mulai panen varietas lokal di dataran rendah,” ujarnya.
Menurut dia, varietas cabai merah besar (CMB) dan cabai merah keriting (CMK) diperkirakan baru akan panen pertengahan November. “Kemungkinannya harga berangsur turun. Bahkan tahun depan bisa jadi banjir pasokan sehingga harga jelek,” ujarnya.
Yono menambahkan, panen raya dan anomali cuaca bisa berpengaruh terhadap hasil produksi petani di lapangan. Sementara itu, pedagang cabai di Pasar Ngadiluwih, Eni, 49, mengatakan, harga cabai rawit kecil kini berada di kisaran Rp 30 ribu per kilogram. Sebelumnya rawit kecil dibanderol harga Rp 35 ribu. “Kalau lombok keriting turun dari Rp 55 ribu menjadi Rp 50 ribu,” tuturnya.
Dia menjelaskan, penurunan harga terjadi karena stok cabai mulai melimpah dari petani lokal. Sementara itu,, Eni mengaku penjualan tetap stabil karena permintaan cabai di pasar tradisional tidak pernah sepi. Para pedagang berharap harga tetap seimbang agar petani dan konsumen sama-sama tidak dirugikan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian