Plt. Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan Dyah Purnamasari menjelaskan, tingginya permintaan SLIK ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya dipicu karena meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap data keuangannya.
“Apakah itu ketika akan melakukan pinjaman, atau sekarang untuk perekrutan pekerjaan dan perpanjangan kontrak yang membutuhkan SLIK,” terang wanita yang biasa disapa Dyah itu.
Untuk diketahui, data SLIK memuat informasi keuangan seperti besaran pinjaman seseorang di suatu lembaga jasa keuangan. Paylater pun masuk dalam data SLIK.
Tak hanya itu, data mengenai besaran tunggakan seseorang pun tercatat dalam SLIK. Karenanya, data SLIK ini sangat penting. Terutama bagi lembaga jasa keuangan untuk menganalisa kelayakan pemberian kredit kepada seseorang.
“Biasanya di awal tahun atau akhir tahun permintaan SLIK sangat banyak,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dyah menjelaskan bahwa aduan di kantor OJK Kediri didominasi oleh permasalahan restrukturisasi kredit. Total aduannya sebanyak 348.
Kemudian disusul dengan persoalan SLIK sebesar 207 aduan dan fraud eksternal sebanyak 82 aduan. Sementara, total aduan per Agustus ada sebanyak 534.
“Saat ini untuk konsultasi dan informasi ada 440 dan pengaduan ada 534. Alhamdulillah semua sudah diselesaikan,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian