Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penyaluran Kredit di Kediri Raya Melambat, Imbas dari Berkurangnya BPR

Emilia Susanti • Jumat, 3 Oktober 2025 | 12:40 WIB

ILUSTRASI: BPR
ILUSTRASI: BPR
KEDIRI, JP Radar Kediri- Dunia lembaga keuangan di Kediri Raya khususnya Bank Perekonomian Rakyat (BPR)/ BPR Syariah (BPRS) sedang tak baik-baik saja. Salah satu indikasinya adalah terjadi penurunan jumlah.

Pada 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mencatat ada sebanyak 69 entitas yang beroperasi. Jumlah tersebut menyusut menjadi 66 entitas per Juni 2025. Artinya ada tiga lembaga yang berkurang dari jumlah sebelumnya.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 Kantor OJK Kediri Indarto Purnomo menjelaskan, penurunan BPR/BPRS tersebut memicu terjadinya perlambatan dalam penyaluran kredit.

Per Juni 2025, pertumbuhan kreditnya mengalami minus 14,56 persen. Atau nilai kreditnya mencapai Rp 3,26 miliar.

Kondisi itu terjadi karena adanya relokasi dan adanya self liquidation. “Ada BPR yang cukup besar di Kediri, sekarang pindah ke Surabaya,” ucap Indarto.

Aset BPR tersebut sekitar satu triliun. Itu yang berdampak pada penurunan kredit.
Selanjutnya, dia juga menjelaskan bahwa ada dua BPR lainnya yang juga melakukan self liquidation. Sebabnya, kondisi kedua BPR tersebut mengalami penurunan secara terus menerus. Sejauh ini, BPR tersebut tidak ingin lagi mengembangkan usahanya lagi.

"Akhirnya pemegang sahamnya meminta kami untuk mencabut aja izin usahanya," lanjut Indarto.

Selain pertumbuhan kredit yang negatif, jumlah dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami penurunan. Bila pada Desember 2024 sebesar Rp 3,194 miliar, jumlahnya per Juni 2025 adalah Rp 3,074 miliar.

Untuk diketahui, tren jumlah BPR/BPRS secara nasional menunjukkan adanya penurunan. Pada 2022, jumlahnya ada sebanyak 1.608 entitas. Selanjutnya turun menjadi 1.575 di 2023, 1.530 di 2024, dan 1.512 per Juni 2025.

Sementara, jumlah BPR/BPRS yang ada di Jawa Timur saat ini ada sebanyak 267 entitas. Lalu, untuk di wilayah kerja OJK Kediri saat ini ada 66 BPR/BPRS. Jumlah itu pun diproyeksikan akan menurun menjadi 53 entitas lantaran ada kewajiban konsolidasi.

"Tentunya ini akan menjadi daya saing sendiri bagi BPR supaya lebih kuat karena ke depannya persaingan makin sengit ya. Antara BPR, fintech, bank umum, dan lainnya," jelas Indarto.

Terakhir, terkait dengan Non-Performing Loan (NPL) BPR/BPRS, saat ini kondisinya masih dalam kategori sehat dengan angka 3,09 persen.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kediri #bpr #OJK #BPRS #kediri raya #penyaluran kredit